Minggu, 21 Jun 2026 06:19 WIB

Akademisi UB Malang Ungkap Modal Sosial Penting untuk Kurangi Kemiskinan Nelayan

  • Penulis : Gerhana
  • | Kamis, 11 Jul 2024 13:37 WIB
Ilustrasi nelayan di laut. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Ilustrasi nelayan di laut. (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dosen Ilmu Sosiologi Perikanan Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Edi Susilo MS menyampaikan, pentingnya modal sosial berguna untuk mengurangi kemiskinan para nelayan.

Modal sosial yang dimaksud yakni kepercayaan, jaringan dan norma yang ada di masyarakat. Atau, kepercayaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga hubungan manusia dengan lingkungan.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Pembangunan berkelanjutan itu ekonomi dan ekologi menjadi satu lingkaran, saya katakan itu statis, dinamisnya harus diletakkan di bawah, ditambahkan dengan religiusitas," kata Prof Edi Susilo, Kamis (11/7/2024).

Menurutnya, saat ini faktor kepercayaan sering dilupakan. Pembangunan yang dilakukan pemerintah justru membuat masyarakat nelayan hanya mengejar kebutuhan ekonomi semata, sehingga lingkungan laut menjadi rusak.

"Anehnya itu justru hancur oleh pembangunan perikanan, jadi ini masih hipotesis. Tahun 2018 kami membuat hipotesa, bahwa pembangunan perikanan itu telah menghancurkan modal sosial masyarakat," ungkapnya.

Prof Edi Susilo melakukan riset tentang kemiskinan nelayan di sekitar pesisir Pacitan dan Tuban. Hasilnya, sebagian besar wilayah pesisir selatan dijadikan daerah pariwisata.

"Yang utara seperti Lekok, Pasuruan, atau di daerah situ sudah sangat padat, saya juga belum punya ide di tempat tersebut, karena belum punya potensi lagi yang bisa dikembangkan," katanya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Dikatakannya, pemerintah harus melakukan pembangunan dengan benar-benar mampu menerjemahkan kebutuhan dari masyarakat nelayan.

Menurutnya, kondisi saat ini rata-rata kebijakan pemerintah tentang perikanan dan nelayan masih belum sesuai kebutuhan.

"Sementara ini banyak sekali kebijakan itu yang berada di kebutuhan pemerintah, bukan kebutuhan masyarakat. Para pejabat tingkat satu dan dua itu saya rasa gagal menerjemahkan dari pusat, dan gagal menerima aspirasi dari masyarakat," ungkapnya.

Dikatakannya, peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perguruan tinggi dibutuhkan guna menjembatani akses dan aspirasi masyarakat nelayan.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Selain itu, juga ikut dilibatkan dalam merevisi kebijakan tentang laut dan perikanan dengan menyertakan konsep modal sosial.

"Kondisi seperti itu harus disadari betul oleh pemerintah, bahwa mereka perlu merevisi beberapa kebijakan yang selama ini dilakukan," katanya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.