Jumat, 19 Jun 2026 00:17 WIB

Viral, Putri Korban Bom Gereja di Surabaya Lolos Seleksi Bintara

Momen Aqiella Nadya saat memeluk sang ayah. (Foto: tangkap layar Instagram)
Momen Aqiella Nadya saat memeluk sang ayah. (Foto: tangkap layar Instagram)

jatimnow.com - Momen haru Aqiella Nadya, anak anggota polisi yang menjadi korban Bom Surabaya, lolos seleksi Bintara di Polda Jatim 2024 viral di media sosial.

Aqiella Nadya adalah putri Ipda Ahmad Nurhadi yang sebelumnya merupakan anggota Polrestabes Surabaya yang bertugas sebagai Panit Sabhara Polsek Gubeng. Ipda Ahmad Nurhadi jadi korban tragedi bom saat menjaga gereja yang berada di Jalan Ngagel Madya Nomor 1 Surabaya pada 13 Mei 2018 silam.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @Polisi_Indonesia memperlihatkan moment haru saat Aqiella Nadya mendatangi sang ayah yang tengah duduk di kursi roda usai pengumuman lolos seleksi Bintara.

Dengan menunduk sambil menahan tangis, Aqiella Nadya mendatangi sang ayah. Tangis haru pun pecah ketika Aqiella Nadya menyampaikan kabar gembira kepada sang ayah sambil menyampaikan terima kasih dan memeluknya.

"Alhamdulillah, terima kasih ayah. Aku lanjutkan pengabdian ayah. Terima kasih atas pengorbanan dan doa ayah, semua ini berkat ayah," ujar Aqiella sambil sesenggukan menahan tangis saat memeluk ayahnya, seperti dalam video yang di dilihat jatimnow.com pada Rabu (10/7/2024).

Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo menyampaikan langsung kabar bahagia tersebut. Ia memberikan kesempatan buat anak polisi yang menjadi korban teror Bom Surabaya untuk mengikuti tes Bintara Polri.

"Pada prinsipnya kita membuka peluang dan kesempatan yang sama untuk mengikuti tes polisi. Semua dipersiapkan secara matang mulai dari kesehatan kemudian intelektualnya itu juga ada tes psikologi dan juga tes akademiknya. Karena standar kompetensi itu menjadi syarat mutlak untuk masyarakat atau warga negara Indonesia yang akan mengikuti pendidikan diseluruh lembaga pendidikan Polri," ujarnya.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

"Tentunya kita akan memberikan bantuan kepada yang bersangkutan agar dapat mengikuti seluruh tahapan tes tersebut," sambungnya.

Diketahui dalam insiden teror Bom Surabaya pada pada 13 Mei 2018 yang lalu. Terdapat 13 orang meninggal dunia. Sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, salah satunya yakni Ipda Ahmad Nurhadi.

Akibat insiden teror bom tersebut Ipda Ahmad Nurhadi kehilangan pengelihatannya dan mengalami cidera patah kaki.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

Sementara itu, video moment haru tersebut juga mendapat berbagai respons dari warganet. Mereka menyebut video tersebut mengandung bawang yang membuat menangis terharu.
Selain itu warganet juga menyampaikan apresiasi kepada Polri dan selamat kepada Aqiella Nadya beserta keluarga.

"Kok mengandung bawang," tulis @Tisna_Apriliani

"Alhamdulillah lolos adek semangat selalu untuk ayahanda dan ibunda, pagi-pagi lihat ini jadi mewek haru, maju terus Polri," tulis @linda_parastutik.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.