Minggu, 14 Jun 2026 12:26 WIB

Dinas Perhubungan Tulungagung Tata Ulang CFD, PKL Dikeluhkan Warga

Alun-Alun Tulungagung lokasi CFD. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Alun-Alun Tulungagung lokasi CFD. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung tengah menyiapkan konsep terbaru terkait pelaksanaan car free day (CFD). Sebelumnya CFD yang biasa digelar setiap hari Minggu di kawasan alun-alun ini dihentikan.

Banyaknya keluhan masyarakat terkait pedagang kaki lima (PKL) yang memenuhi area CFD menjadi salah satu alasannya. Kini pihak Dishub berencana menata ulang CFD sehingga lebih rapi dan tertata.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dishub Kabupaten Tulungagung, Johanes Bagus Kuncoro mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menghentikan kegiatan CFD di alun-alun sejak dua pekan lalu.

Selama ini banyak masyarakat yang ingin berolah raga di CFD terganggu dengan keberadaan PKL. Kondisi ini juga berimbas ke limbah sampah.

"Alasan dihentikan CFD di Alun-Alun Tulungagung karena banyak pedagang yang berjualan membuang sampah sembarangan,” ujar Johanes, Kamis (4/7/2024).

Skema CFD yang dibuat Dishub Tulungagung.Skema CFD yang dibuat Dishub Tulungagung.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Menanggapi keluhan masyarakat ini pihak Dishub akan melakukan penataan tempat khusus bagi para pedagang yang berjualan di CFD. Mereka berencana membedakan lokasi masyarakat berolahraga dengan pedagang.

“Rencananya pedagang akan kami tempatkan di salah satu bahu jalan saja. Dan kawasan berjualan bisa diperluas hingga Jalan Ahmad Yani Timur dan Barat,” paparnya.

Sementara itu, perwakilan pedagang CFD Abdul Aziz mengungkapkan, lokasi berjualan mereka memang semrawut. Hal ini menyebabkan masyarakat yang berolahraga kurang nyaman.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Meskipun begitu mereka berharap tidak dilakukan relokasi. Mereka meminta Dishub tidak memindahkan lokasi berjualan dan berharap dilakukan penataan.

“Semoga dikabulkan, karena kalau dipindah kami harus memulai dari nol lagi,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.