Minggu, 21 Jun 2026 03:21 WIB

Polemik Pelarangan Ibadah di Rumah Doa GPdI Sidoarjo Dimediasi Plt Bupati

Mediasi di Balai Desa Mergosari Tarik Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).
Mediasi di Balai Desa Mergosari Tarik Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com).

jatimnow.com - Usai terjadinya konflik umat beragama di Desa Mergosari Tarik Sidoarjo, oknum kepala desa (kades) setempat diduga melakukan pelarangan terhadap kegiatan ibadah umat non muslim.

Plt Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kades Mergosari. Dia meminta agar mereka membangun komunikasi yang baik.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Tidak ada tempat ibadah ini yang tidak diperbolehkan, terutama dalam membangun tempat ibadah bagi umat Kristiani," ucapnya Rabu (3/7/2024).

Ia melanjutkan, terpenting adalah sosialisasi lingkungan yang harusnya dilakukan oleh Kades. Begitu juga apa yang dilakukan tidak mengganggu bagi warga setempat.

"Tadi yang disampaikan alasan ijinnya belum ada, ya kami komunikasikan tempat ibadahnya saja, kami tidak akan mempersulit dalam pendirian rumah ibadah, yang penting ada rekomendasi dari lingkungan," jelasnya.

"Tentu bila lingkungan memperbolehkan, Kades juga akan memperbolehkan, supaya nanti Kades tidak dipersalahkan," imbuhnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Subandi mengaku menjembatani komunikasi semua pihak agar menemukan titik masalah yang terjadi.

Ia juga menghimbau, jika lingkungan tidak menerima pendirian gereja agar pihak non muslim tidak dipaksakan. Dia yakin dengan komunikasi yang baik persoalan tersebut akan selesai.

"Insyaallah jika komunikasinya sudah jalan, nanti akan selesai," tegasnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Kami bangun komunikasi, supaya nanti pembangunan rumah ibadah dapat dinikmati oleh semuanya, baik Islam, Budha, Hindu dan Kristen semua kami fasilitasi, yang penting dapat rekomendasi dari lingkungan," pungkasnya.

Mediasi yang telah digelar di balai desa setempat yang dihadiri Plt Bupati Subandi dengan pemerintah desa serta pihak gereja diperoleh kesepakatan kegiatan gereja dihentikan sementara sekitar satu bulan sambil menunggu proses perijinan dan IMB tuntas.

Sebelumnya, Kepala Desa Mergosari dan masyarakat diduga melarang umat Kristen untuk beribadah di Rumah Doa Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), yang terletak di Mergosari, Tarik, Sidoarjo. Polemik ini juga sempat viral di media sosial.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.