Senin, 22 Jun 2026 06:20 WIB

Politisi Demokrat Surabaya jadi Korban Salah Sasaran Blokir KK, Lho?

Indra Wahyudi (Foto: jdok. atimnow.com)
Indra Wahyudi (Foto: jdok. atimnow.com)

jatimnow.com - Salah satu kader Demokrat Surabaya Indra Wahyudi menjadi korban salah sasaran, pemblokiran Kartu Keluarga (KK) yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil).

Protes keras dilayangkan Indra dalam agenda rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Surabaya. Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto pun jadi sasaran empuk saat hadir di lokasi.

Baca Juga: Mencari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir

Besar dan lahir di Surabaya membuatnya merasa terhina karena tiba-tiba dihapus dari daftar kependudukannya dari Kota Pahlawan.

"Saya sudah ngomong ke lurah, saya tidak akan mau menuliskan satu tetes pun tinta saya memohon di rumah saya sendiri," ujar Indra, di Kantor DPRD Surabaya, Senin (1/7/2024).

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPC Partai Demokrat Surabaya itu juga mempertanyakan proses verifikasi KK miliknya yang dinilai fiktif.

"Sopo sing nyoklit (pencocokan data) lek setan pak sing nyoklit aku gak iso ketemu wonge. Tapi kan menungso (manusia). Apakah dia melakukan konfirmasi? Tidak," tegas Indra.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penegakan Hukum Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 11

"Saya minta pertanggung jawaban dan saya tidak akan satu tetes tinta pun meletakkan permohonan," tegas dia.

Sementara Kepala Dispendukcapil  Surabaya, Eddy Christijanto, mengaku pihaknya belum melakukan pemblokiran atau penonaktifan data sama sekali.

Kewenangan pemblokiran KK hanya ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Menurutnya, daftar blokir yang dipublikasikan Dispendukcapil Surabaya diperoleh berdasarkan aplikasi cek in yang diverifikasi oleh kelurahan. Dispendukcapil tidak memiliki akses untuk membuka aplikasi tersebut.

"Data itu belum diblokir. Jadi kalau data itu saya kirim ke Kemendagri, terus datanya dinonaktifkan warga yang 97 ribu itu kan yang terdampak," jelas Eddy.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.