Jumat, 19 Jun 2026 01:22 WIB

Petugas Tambah Alat Berat, Lanjutkan Pencarian Korban Tanah Longsor di Blitar

Petugas melakukan pencarian di lokasi longsor. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan pencarian di lokasi longsor. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian terhadap satu korban tanah longsor di Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Untuk mencari korban Gunawan, petugas menambah alat berat.

Gunawan diketahui merupakan pemilik kandang ayam yang tertimpa material longsor. Empat orang dikabarkan tertumbun longsor ini. Dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan 1 korban selamat dan mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan total petugas yang terlibat dalam proses pencarian ini sebanyak 150 orang. Mereka mendapat tambahan alat berat untuk membantu proses pencarian. Total terdapat 3 alat berat yang digunakan petugas untuk mencari korban longsor tersebut.

"Target kami saat ini adalah pencarian satu korban lagi yang belum ditemukan, kita hari ini akan mendapat tambahan satu unit alat berat," ujarnya, Senin, (1/7/2024).

Curamnya lokasi serta banyaknya volume material yang mengandung air membuat petugas kesulitan melakukan pencarian korban. Selain itu mereka juga mewaspadai pergerakan tanah karena struktur yang labil. Petugas menandai beberapa titik dengan menggunakan bendera untuk memantau pergerakan tanah.

"Tingkat masalah adalah tingginya lumpur dan ternyata di bagian bawah masih mengandung air yang atas itu kering," tuturnya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Sementara itu, Bupati Blitar Rini Syarifah yang meninjau lokasi longsor mengaku akan segera berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan mitigasi.

Mereka akan memetakan sejumlah wilayah yang rawan bencana longsor maupun tanah gerak. Mitigasi ini sudah dilakukan di beberapa daerah. Nantinya masyarakat dilarang untuk tinggal di wilayah yang dinyatakan rawan bencana.

"Kita juga berharap proses pencarian korban longsor ini bisa segera ketemu," pungkasnya.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Sebelumnya bencana longsor menimpa sebuah kandang ayam kemarin sore pukul 16.00 WIB. Sebanyak 4 korban dilaporkan tertimbun material longsor. Tim SAR gabungan langsung melakukan proses pencarian.

Korban bernama Antok ditemukan selamat dan kini masih menjalani perwatan di rumah sakit. Dua korban lain bernama Jarianto dan Mugiono ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.