Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar
- Penulis : Bramanta
- | Jumat, 12 Jun 2026 10:45 WIB
jatimnow.com – Seorang santriwati sebuah Ponpes di Kediri dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata ke Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (11/6/2026). Korban diketahui berinisial M (9) warga Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Hingga saat ini proses pencarian terhadap korban masih dilakukan tim SAR gabungan di sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, mengatakan kejadian bermula saat rombongan wisata dari Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berjumlah 36 orang terdiri dari santri dan ustaz, tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga
“Beberapa santri bersama seorang ustaz menuju area karang di sisi timur pantai. Saat itu datang ombak besar disertai angin kencang dengan ketinggian sekitar dua meter yang langsung menyeret tiga korban,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Tiga korban tersebut yakni M (9), santriwati asal Kediri yang hingga kini masih dalam pencarian, kemudian AZ (11) dan A (9) yang berhasil diselamatkan. Muheni menjelaskan, korban AZ berhasil selamat setelah ditarik oleh rekannya, sedangkan korban A sempat terseret ombak sebelum akhirnya diselamatkan oleh nelayan setempat menggunakan perahu.
Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual
“Korban A kemudian dibawa ke Puskesmas Bakung untuk mendapatkan penanganan medis sekitar pukul 11.30 WIB. Sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” jelasnya.
Saat ini, upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat berwisata di pantai, terutama tidak berenang di area berbahaya.
Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung
“Kami mengingatkan agar pengunjung selalu waspada, mematuhi rambu-rambu, dan tidak mandi di laut demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Editor : Bramanta