Kuliner Kupang Sambal Gami di Sidoarjo, Rasanya Berbeda!
- Penulis : Ahaddiini HM
- | Minggu, 30 Jun 2024 13:57 WIB
jatimnow.com - Kerang kupang khas Sidoarjo biasanya disajikan dengan lontong dan kuah petis seperti pada lontong kupang. Tapi kuliner kupang satu ini berbeda. Namanya kupang sambal gami.
Pemilik dan pembuat kerang kupang sambal gami, Winda Kurniasanti mengaku sengaja membuat kerang kupang sambal gami untuk mengangkat kembali potensi kerang kupang yang banyak didapatkan oleh para nelayan di Sidoarjo.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Kuliner Khas NTT Siap Manjakan Lidah Warga Malang
Tidak disangka dalam sehari tempat makan yang berada di Jalan Kombes Pol M. Duryat Sidoarjo ini mampu menghabiskan hingga lebih dari 2 kilogram kerang kupang. Dengan omzet jutaan rupiah dalam sebulan.
"Di Sidoarjo hasil buminya ada kupang juga bandeng. Jadi kita eksplor membuat kupang. Suami saya kurang suka kupang kuah, jadi pakai sambel. Sehari pas rame bisa 2 kilogram dengan harga Rp17 ribu," ucapnya, Minggu (30/6/2024).
Cara buat kupang sambal gami cukup mudah. Pertama lembutkan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, terasi garam dan gula. Selanjutnya tumis sebentar dengan minyak goreng di atas sebuah cobek tanah liat bersama tambahan potongan tomat dan juga kerang kupang.
Baca Juga: Lezatnya Nasi Muduk, Kuliner Tradisional Khas Pantura Lamongan
Kerang kupang sambal gami ini cocok disajikan bersama nasi hangat dan juga gorengan tempe dan tahu. Perpaduan kenyal gurih kerang kupang dengan pedas manis sambal cobek, diakui penikmatnya memiliki cita rasa yang enak dan unik pas disantap saat makan siang.
Salah satu penikmat kupang sambal gami, Ragil Noviyanti mengungkapkan rasa sensasinya ketika menikmati menu berbahan utama kupang khas Sidoarjo ini.
Baca Juga: Jalan-jalan Kota Tuban Bersama Si Mas Ganteng Dipandu Cung dan Nduk
"Awalnya interesting gitu ini makanan apa, ternyata enak. Pertama kali gami kupang. Sensasi rasanya manis pedas kenyal enak," pungkasnya.
Editor : Zaki Zubaidi
URL : https://jatimnow.id/baca-69522-kuliner-kupang-sambal-gami-di-sidoarjo-rasanya-berbeda