Minggu, 14 Jun 2026 07:34 WIB

Lezatnya Nasi Muduk, Kuliner Tradisional Khas Pantura Lamongan

Penyajian nasi muduk Sendangagung, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Penyajian nasi muduk Sendangagung, Lamongan. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pamor Kabupaten Lamongan sebagai gudangnya kuliner tak pernah lekang seiring berjalanya waktu, salah satunya nasi muduk.

Kuliner khas Pantura Lamongan tepatnya di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan ini tetap eksis dan banyak diburu.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Ekspansi kuliner modern tampaknya tak cukup menggantikan cita rasa otentik dari nasi muduk yang mempertahankan tekstur tradisional.

Makanan ini cocok disantap setiap waktu dan berbagai kesempatan, namun akan lebih nikmat jika nasi muduk dijadikan sarapan pagi.

Sepintas, kuliner ini tak jauh beda dengan nasi kuning pada umumnya. Namun jika Anda mencobanya, ada sensasi rasa yang berbeda antara keduanya. Nasi muduk bisa dikatakan lebih sedap, legit, dan gurih.

Hal yang mencolok juga terletak pada pemilihan lauk pauk. Nasi muduk biasa disandingkan dengan klotok pindang, ikan asin, cumi hitam, penyek udang, serta sambal yang aduhai siap membuat penikmatnya ketagihan.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Untuk lalapanya, terdapat urap latoh berbahan dasar rumput laut dan oseng peda. Sementara untuk alas dan bungkus nasi muduk, penjual biasanya menggunakan daun jati menambah aroma harum nan sedap juga menggunggah selera makan.

Dalam perjalanannya, kuliner ini mendapat tempat tersendiri oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan, hingga setiap tahun digelar Festival Nasi Muduk.

Fetival ini sebagai upaya promosi dan melestarikan kuliner khas Lamongan, diselenggarakan pada bulan Oktober dan menampilkan berbagai kegiatan seperti parade busana Sendangagung Batik Carnival, pameran kuliner, dan pertunjukan seni.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementar warga setempat, Luthfi mengaku nasi muduk sering diserbu warga hingga pekerja untuk bekal. Untuk harganya juga tergolong terjangkau, bahkan ada yang cuma Rp3 ribu.

"Biasanya kan untuk sarapan, bekal anak sekolah jadi kebanyakan beli nggak banyak-banyak warga sini. Tapi kalau yang kerja seperti saya ini tentu bungkus banyak. Selain untuk makan siang, juga di bagi ke rekan-rekan kerja," ujarnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.