Kamis, 18 Jun 2026 06:20 WIB

PPDB Selesai, 35 SMP Negeri di Tulungagung Masih Kekurangan Siswa

Sekretaris Dinas Pendidikan Tulungagung, Syaifudin Zuhri. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sekretaris Dinas Pendidikan Tulungagung, Syaifudin Zuhri. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Tulungagung untuk tingkat SMP telah usai. Dinas Pendidikan setempat sudah membuka pendaftaran gelombang kedua. Namun masih terdapat puluhan SMP negeri yang pagu siswanya tidak terpenuhi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Tulungagung, Syaifudin Zuhri mengatakan, berdasarkan hasil rekap terakhir, terdapat 35 SMP Negeri yang kuota pagunya belum terpenuhi. Total SMP Negeri sendiri mencapai 48 sekolah.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Meskipun mereka sudah membuka gelombang kedua pendaftaran PPDB, namun minat mendaftar di sekolah tersebut masih minim.

"Ada 4 sekolah SMP Negeri yang jumlah siswa barunya kurang dari 10 anak," ujarnya, Jumat (28/06/2024).

Proyeksi jumlah lulusan SD dan MI di wilayah Tulungagung tahun ini sebanyak 15.587 siswa. Dari jumlah ini yang mendaftar pada PPDB gelombang 1 sebanyak 8.651 siswa atau mencapai 55 persen.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Syaifudin menjelaskan berdasarkan hasil analisa kemungkinan besar lulusan SD dan MI tersebut sudah terserap sekolah swasta, Mts atau pondok pesantren sebelum masa pendaftaran PPDB.

"Sekolah tersebut sudah membuka pendaftaran siswa baru lebih awal dibanding sekolah negeri, kemungkinan yang 45 persen sudah diterima di sekolah itu," tuturnya.

Pihak Dinas sendiri akan memastikan seluruh anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan. Mereka meminta kepada masyarakat jika menemukan anak yang tidak sekolah untuk melapor ke Dinas. Nantinya mereka akan membantu anak tersebut untuk bersekolah.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kita pastikan seluruh anak usia sekolah di Tulungagung untuk tetap sekolah," pungkasnya.

Untuk sekolah yang masih terdapat pagu siswa masih diperbolehkan menerima siswa baru maksimal hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.