Kamis, 18 Jun 2026 15:51 WIB

Pengasuh Ponpes Pagerwojo Sidoarjo Ditetapkan Tersangka, Warga Batal Demo

Suasana di sekitar Ponpes Al-Mahdiy Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo saat warga membatalkan niatan aksi demo pasca pengasuh ponpes ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Ahaddiini HM/Jatimnow.com.)
Suasana di sekitar Ponpes Al-Mahdiy Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo saat warga membatalkan niatan aksi demo pasca pengasuh ponpes ditetapkan sebagai tersangka. (Foto: Ahaddiini HM/Jatimnow.com.)

jatimnow.com - Polresta Sidoarjo menetapkan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mahdiy Desa Pagerwojo, Buduran Sidoarjo sebagai tersangka.

Ditetapkannya pengasuh Ponpes Al-Mahdiy di Desa Pagerwojo Buduran sebagai tersangka kasus pencabulan terhadap santriwati diungkap oleh Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Agus Sobarnapraja.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Pengasuh Ponpes sudah ditetapkan menjadi tersangka," tegasnya, Selasa (25/6/2024).

Agus menambahkan, pihaknya untuk menetapkan tersangka pengasuh Ponpes, setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan dengan hati-hati dan cermat.

"Untuk menetapkan menjadi tersangka terduga pelaku, kami telah memberikan sebanyak 5 saksi, termasuk korban," ucap Agus.

Sementara itu, warga Desa Pagerwojo, Buduran Sidoarjo yang hendak menggelar aksi unjuk rasa kembali ke Ponpes Al-Mahdiy, membatalkan niatnya setelah pihak kepolisian menetapkan tersangka kepada pihak pengasuh Ponpes.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Salah satu warga Desa Pagerwojo, Bramanda Pratama Putra mengaku lega setelah mendapatkan kabar bahwa pengasuh Ponpes Al-Mahdiy di Desa Pagerwojo Buduran ditetapkan menjadi tersangka.

"Warga sudah berkumpul rencana akan menggelar demo depan ponpes. Namun niatan tersebut dibatalkan karena mendapatkan kabar bahwa pengasuh Ponpes sudah ditetapkannya menjadi tersangka," terangnya.

Ia menambahkan dengan penetapan tersangka pengasuh Ponpes tersebut, maka kasus diproses secara hukum secara benar.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Kalau perlu, ponpes di desa kami ini, alangkah baiknya ditutup," imbuhnya.

Sebelumnya, warga Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran Sidoarjo telah melakukan aksi demo dengan memasang banner dan spanduk sebagai bentuk protes dan kecaman di depan Ponpes Al-Mahdiy, karena dugaan pengasuhnya telah melakukan pencabulan terhadap santriwatinya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.