Selasa, 16 Jun 2026 22:15 WIB

36 Ribu Pemilih di Tulungagung Sudah Dicoklit di Hari Pertama

Petugas pantarlih saat melakukan coklit di wilayah Kecamatan Bandung, Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas pantarlih saat melakukan coklit di wilayah Kecamatan Bandung, Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 3.195 petugas Pantarlih diterjunkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung selama proses pencocokan dan penelitian (Coklit). Selama 30 hari ke depan, mereka akan melakukan verifikasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) hasil sinkronisasi. Proses ini sudah berlangsung sejak kemarin.

Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Tulungagung, Dewa Aditya mengatakan, sebanyak 36 ribu pemilih telah dicoklit oleh pentugas Pantarlih kemarin. Setiap petugas ditargetkan melakukan coklit minimal terhadap 10 KK.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

"Kemarin kita sudah melakukan coklit terhadap 36 ribu pemilih sesuai dengan DP4 hasil sinkronisasi," ujarnya, Selasa (25/06/2024).

Ditemukan sejumlah kendala selama proses coklit kemarin berlangsung. Salah satunya, sistem e coklit yang sempat mengalami error.

Menurut Dewa, hal ini lumrah terjadi karena sistem e coklit diakses bersamaan di seluruh Indonesia. Namun hal tersebut tidak terlalu menggangu proses coklit yang berlangsung.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Error server pasti ada karena diakses serentak se-Indonesia tapi proses secara keseluruhan lancar," tuturnya.

Pihak KPU sendiri sudah bersurat ke Imigrasi setempat untuk meminta data terkait keberadaan WNA di Tulungagung. Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya WNA yang masuk ke daftar pemilih. Pada pelaksanaan Pemilu lalu, terdapat WNA yang masuk ke dalam daftar pemilih.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Ini kita sedang menunggu balasan dari pihak Imigrasi," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.