Jumat, 19 Jun 2026 19:57 WIB

Sapuangin XI Evo 3 ITS Siap Lanjutkan Tradisi Juara di Mandalika

  • Penulis :
  • | Senin, 24 Jun 2024 12:39 WIB
GM Tim Sapuangin ITS Rayhan Naufal Hafizh (kiri), Pembimbing Non-Teknis Tim Sapuangin ITS Dr Ir Atok Setiawan MEngSc (dua dari kiri), Direktur Kemahasiswaan ITS Dr Imam Abadi ST MT (tiga dari kanan), dan Pembimbing Teknis Tim Sapuangin ITS Dr Ir Witantyo
GM Tim Sapuangin ITS Rayhan Naufal Hafizh (kiri), Pembimbing Non-Teknis Tim Sapuangin ITS Dr Ir Atok Setiawan MEngSc (dua dari kiri), Direktur Kemahasiswaan ITS Dr Imam Abadi ST MT (tiga dari kanan), dan Pembimbing Teknis Tim Sapuangin ITS Dr Ir Witantyo

jatimnow.com - Tim Sapuangin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut bersiap menghadapi ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia Pacific and Middle East 2024 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok pada 2-6 Juli 2024 mendatang.

Salah satunya dengan menyiapkan mobil baru untuk berlaga, yakni Sapuangin XI Evo 3, menyusul tim mobil hemat lainnya Tim Antasena ITS.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Mewakili Rektor ITS, Direktur Kemahasiswaan ITS Dr Imam Abadi ST MT menyampaikan apresiasinya dan akan terus mendukung salah satu tim mobil hemat energi kebanggaan ITS ini.

Imam berharap agar tim Sapuangin ITS dapat tetap mempertahankan juara pada ajang internasional tersebut.

“Semoga, usaha yang telah ditorehkan selama ini mampu membuahkan hasil gemilang yang dapat mengharumkan nama almamater kebanggaan,” ucapnya dalam siaran pers, Jumat (21/6/2024).

Di sisi lain, General Manager (GM) Tim Sapuangin ITS Rayhan Naufal Hafizh menjelaskan, pada ajang SEM tahun ini timnya mengikuti dua kategori kompetisi, yaitu Off Track dan On Track.

Pada kategori Off Track, tim Sapuangin ITS telah mengikuti beberapa subkompetisi, yaitu Data Telemetry, Simulate to Innovate, Carbon Footprint, dan Technical Innovation.

“Kategori ini lebih merujuk pada inovasi yang akan diimplementasikan untuk mobil yang mau dibawa di lapangan nantinya,” jelasnya.

Naufal melanjutkan, untuk kategori On Track, tim mobil hemat energi tersebut akan membawa mobil Sapuangin XI Evo 3 untuk berlaga di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 2 – 6 Juli mendatang.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Alat Deteksi Dini Kebakaran Listrik

Melalui subkompetisi Internal Combustion Engine (ICE) Urban Concept, mobil garapan mahasiswa ITS ini akan beradu dalam hal ketepatan dan kecepatan untuk melintasi sirkuit dengan jumlah pemakaian bahan bakar tertentu.

Mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS itu menyebutkan, untuk memenangkan kategori tersebut juga dilakukan pengembangan beberapa aspek pada mobil Sapuangin ini. Pengembangan pertama yang dilakukan adalah dengan mengganti komposisi bahan dasar beberapa bagian mobil yang semula berbahan metal menjadi bahan karbon.

“Hal ini dilakukan agar berat mobil dapat lebih ringan, sehingga akselerasinya pun lebih cepat,” papar mahasiswa angkatan 2020 ini.

Selain itu, dikembangkan pula sistem internal mobil berupa data telemetry. Hal ini bertujuan agar saat di sirkuit balap, tim dapat memantau kecepatan serta penggunaan bahan bakar mobil urban. Adapun pengembangan dari sisi drivetrain atau sistem tenaga penggerak mobil agar mobil urban generasi ke-11 ini mampu melaju dengan maksimal.

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan Kakarobot, Robot Edukasi Tanpa Gawai untuk Anak 3T

“Berbagai improvisasi ini pun menghasilkan kecepatan rata-rata 38 kilometer per jam dengan konsumsi bahan bakar 500 kilometer per liter,” beber Naufal.

Sementara itu, Pembina Teknis Tim Sapuangin ITS Dr Ir Witantyo MEngSc berharap agar mobil dengan ukuran panjang 2,8 meter, lebar 1,3 meter, dan tinggi 1,1 meter ini mampu tampil dengan gagah di kompetisi yang akan diselenggarakan selama lima hari tersebut.
“Semoga tim Sapuangin ITS kembali dapat mempertahankan gelar juara SEM Asia Pacific and Middle East tahun ini,” harapnya.

 

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.