Sabtu, 20 Jun 2026 14:38 WIB

Usai PPDB, 37 SMP Negeri di Tulungagung Masih Kekurangan Siswa

Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi Bintara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi Bintara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan SMP Negeri di Tulungagung masih belum terpenuhi pagunya, dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini. Jumlah pendaftar pada PPDB lalu tidak terlalu banyak sehingga masih menyisakan beberapa kursi untuk siswa baru.

Pihak Dinas Pendidikan setempat akan membuka tahap kedua PPDB untuk memenuhi pagu di sekolah tersebut.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rahadi Bintara mengatakan, total jumlah SMPN sebanyak 48 sekolah. Berdasarkan pantauan dari situs ppdb.tulungagung.go.id, terdapat 37 sekolah yang jumlah pagunya belum tercukupi.

Bahkan ada 4 sekolah yang jumlah siswa baru masih di bawah 10 orang. Mayoritas sekolah tersebut berada di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Sendang, Bandung dan Rejotangan.

"Saat ini, tahapannya pendaftaran ulang setelah itu tanggal 21 Juni besok kita mulai pendaftaran tahap kedua bagi sekolah yang jumlah pagu belum terpenuhi," ujarnya, Rabu (19/06/2024).

Menurut Rahadi, terdapat sejumlah faktor yang membuat pagu sekolah ini belum terpenuhi. Di antaranya banyaknya jumlah SMP swasta maupun negeri di wilayah tersebut.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selain itu, angka kelulusan siswa SD di wilayah juga berpengaruh ke pendaftaran SMP. Pihak dinas sendiri masih akan melakukan evaluasi pasca-pelaksanaan PPDB ini.

"Selain itu trend nya banyak orang tua yang tertarik mendaftarkan anaknya ke sekolah berbasis religi," tuturnya.

Pihak dinas sendiri masih belum melakukan kajian terkait wacana merger sekolah yang jumlah siswanya minim ini.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Hal ini dikarenakan sekolah tersebut merupakan fasilitas pendidikan dari pemerintah. Sekolah akan tetap dibuka untuk mendekatkan akses layanan pendidikan kepada masyarakat.

"Kalau mau digabung atau merger kami harus lakukan kajian terlebih dahulu, karena keberadaan sekolah merupakan upaya mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.