Jumat, 19 Jun 2026 05:39 WIB

Remaja di Blitar Gantung Diri, Gegara Handphone Disita Orang Tua?

ilustrasi
ilustrasi

jatimnow.com - Seorang remaja di Kabupaten Blitar ditemukan tewas gantung diri. Remaja tersebut berinisial SAN (17) warga sumber Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.

Diduga kuat korban nekat mengakhiri hidupnya setelah handphonenya disita orang tua. Korban diketahui kecanduan bermain game online di handphone.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Irianto mengatakan peristiwa ini terjadi kemarin siang. Saat itu kedua orang tua korban pulang ke rumah dan melihat korban gantung diri di tangga menggunakan kabel listrik. Sebelumnya korban ditinggal seorang diri sejak pagi.

"Orang tua korban berangkat ke kota Blitar, meninggalkan korban di rumah sendiri dan baru kembali ke rumah sekira pukul 12.30 WIB. Saat masuk ke dalam rumah mendapati korban dengan posisi gantung diri di tangga menuju lantai 2 dengan menggunakan kabel listrik," ujarnya, Minggu (16/6/2024).

Sebelum ditemukan meninggal dunia handphone milik korban disita oleh orang tuanya. Selama ini korban sering mengurung diri di kamar bermain game online. Diduga kuat korban merasa frustasi karena handphone-nya disita.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Sehari sebelum kejadian HP milik korban disita oleh kedua orang tuanya dikarenakan korban dalam beberapa hari terakhir mengurung diri dikamar untuk bermain game online HP." tuturnya.

Saat ditemukan korban dalam kondisi kaki ditekuk ke belakang dengan kabel di leher dan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedua orang tua korban lalu mengevakuasinya.

Pihak keluarga menyatakan menerima atas meninggalnya korban sebagai musibah serta membuat surat pernyataan tidak menghendaki untuk dilakukan tindakan autopsi.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Menurut keterangan kedua saksi saat diketemukan posisi setengah jongkok, kemudian kedua orang tuanya segera melepas kabel yang menjerat korban dan menurunkan korban." pungkasnya.

*Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.