Sabtu, 20 Jun 2026 15:26 WIB

Dwi Hari Cahyono Maju Pilwali Malang, Janji 100 Hari Prioritaskan Masalah Banjir

  • Penulis : Gerhana
  • | Minggu, 16 Jun 2024 08:40 WIB
Politisi PKS Dwi Hari Cahyono dan Ketua PWI Malang Raya, Cahyono saat di PWI Malang Raya, Sabtu (15/6/2024). (Foto: Gerhana/jatimnow.com)
Politisi PKS Dwi Hari Cahyono dan Ketua PWI Malang Raya, Cahyono saat di PWI Malang Raya, Sabtu (15/6/2024). (Foto: Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Politisi PKS, Dwi Hari Cahyono memantapkan diri maju menjadi bakal calon wali kota (Bacawali) Malang 2024. Diantara program yang diandalkan adalah memberi solusi persoalan banjir dan pengembangan ekonomi kreatif.

Pria yang juga anggota DPRD Jawa Timur periode 2019-2024 ini mengungkapkan, bahwa upayanya menangani masalah banjir, akan menjadi prioritas utamanya dalam 100 hari pertama kerja. Dwi menegaskan, pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah di Malang Raya.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Hal ini mengingat, banjir yang terjadi di Kota Malang berhubungan juga terutama dengan Kota Batu yang menjadi titik utama Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

"Komunikasi dengan Pemda di tiga daerah Malang Raya harus dilakukan. Saya yakin dengan duduk bersama, semua masalah akan teratasi. Reboisasi harus dilakukan untuk mengembalikan hutan di Kota Batu," kata Dwi, Sabtu (15/6/2024) saat berkunjung di PWI Malang Raya.

Selain itu, dia juga berencana melalui program kegiatannya mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan memastikan seluruh aliran air dikembalikan ke Sungai Brantas.

Dalam penanganan banjir ini, Dwi berkeinginan akan menerapkan program pembuatan sumur resapan untuk setiap Izin Mendirikan Bangunan (IMB) baru.

"Salah satu program saya adalah menganggarkan Rp1 miliar untuk satu kelurahan. Untuk menangani masalah banjir ini," katanya.

Dwi juga menekankan, pentingnya mempertahankan Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang.

Baca Juga: Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Menurutnya, MCC harus didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran, terutama di kalangan generasi Z (Gen-Z).

"Sejak awal berdirinya, MCC memang tidak berorientasi pada profit, namun sebesar-besarnya digunakan untuk optimalisasi terutama pada ekonomi kreatif. Pemkot Malang harus hadir untuk menjawab problem masyarakat. Siapa yang mengelola, dinas apa yang mengelola, itu yang kita awasi," jelasnya.

Lebih lanjut, pria yang juga merupakan mantan Direktur BUMD Jasa Yasa Kabupaten Malang itu menekankan pentingnya mengawasi output dari anggaran yang dialokasikan untuk MCC.

"Termasuk, pertumbuhan wirausaha dan kenaikan kelas pelaku UMKM Kota Malang di setiap tahunnya," katanya.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Turun Percepat Penanganan Dampak Banjir Pasuruan

Tidak hanya fokus pada ekonomi dan penanganan banjir. Dwi juga berkomitmen pada pengembangan pendidikan dasar memperbanyak program sekolah gratis. Selain itu, juga mengusung program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Di akhir, bidang kesehatan juga menjadi fokusnya. Terkait hal ini Dwi merencanakan program 1 KK, 1 Dokter Keluarga, agar masyarakat Kota Malang terjamin kesehatannya.

"Jadi memang manajemennya yang harus kita konsentrasi untuk pembenahannya. Bagaimana agar kualitas kesehatan masyarakat Kota Malang ini terjamin," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.