Rabu, 17 Jun 2026 12:13 WIB

Warga Binaan Rutan Perempuan Surabaya Dilatih Bikin Eco Enzyme

Warga binaan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya saat ikuti pelatihan pembuatan eco enzyme. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Warga binaan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya saat ikuti pelatihan pembuatan eco enzyme. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan warga binaan Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya di Porong Sidoarjo dilatih bikin eco enzyme. Selain menumbuhkan kemandirian, juga untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan.

Upaya edukasi warga binaan tentang pentingnya menjaga dan peduli lingkungan ini dilakukan salah satu komunitas sosial di Sidoarjo, pada Jumat (7/6/2024).

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Project Officer Lions Club, Vanessa Sutanto menyampaikan pelatihan ini digelar dengan memanfaatkan bahan-bahan sekitar mulai sampah organik, sampah rumah tangga  seperti kulit buah maupun sayur-sayuran sisa yang kemudian diolah menjadi eco enzyme yang memiliki banyak manfaat.

"Langsung praktik dibagi dalam beberapa kelompok. Warga binaan ini kemudian diajari bagaimana membuat eco enzyme dari kulit-kulit buah dan juga sayur sayuran sisa, dipilah dan dimasukkan dalam botol atupun galon," ucapnya.

Ia menyebut melalui pelatihan pembuatan eco enzym ini nantinya dapat mengurangi sampah dapur hingga 50 persen dengan manfaat lain yang sangat banyak.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Manfaat eco enzyme sangat banyak diantaranya untuk sembuhkan luka, suburkan tanah, campuran sabun mandi, hilangkan bakteri, bahkan bisa pula dimanfaatkan untuk perawatan tubuh dan ragam fungsi lainnya," tegasnya.

Lebih lanjut Fitri Rachmawati menyampaikan cara pembuatan eco enzyme, yang dibutuhkan sampah dari kulit buah dan sayuran, sampahnya jangan sampai bau busuk. Dibuat dengan perbandingan 1:3:10, artinya 1 kilogram gula merah atau tetes tebu, kemudian 3 kilogram kulit buah atau sayur dan 10 liter air.

“Kemudian kita mix jadi 1, kita tutup lubangi sedikit-sedikit kemudian didiamkan selama 100 hari atau 3 bulan, setelah itu kita panen kita saring dan kita gunakan,” terangnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Sementara itu, Karutan Perempuan Kelas IIA Surabaya di Porong Sidoarjo, Amiek Dyah Ambarwati mengakui, dengan jumlah sampah organik di tempatnya sekitar 10 kilogram per hari, melalui pelatihan ini kedepan akan lebih dioptimalkan dan dibuat eco enzyme.

"Harapannya selain bisa kurangi sampah dan jaga lingkungan, apa yang dipelajari warga binaan ini bisa bermanfaat kelak setelah para warga binaan menyelesaikan masa hukumannya," pungkas Amiek.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.