Senin, 08 Jun 2026 02:43 WIB

Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo Gelar Diskusi Pergerakan Delta

Suasana diskusi di Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Suasana diskusi di Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rumah Budaya Malik Ibrahim Sidoarjo menggelar diskusi bertajuk Pergerakan Delta dan Peradaban Kuno Surabaya Abad XI-XIX Masehi, Sabtu (1/6/2024).

Pegiat Sejarah, Seni dan Budaya Sidoarjo, Satriagama Rakantaseta menyampaikan bahwa Pergerakan Delta dan Peradaban Kuno Surabaya Abad XI-XIX Masehi menarik untuk diangkat dalam diskusi ini karena Surabaya dan Sidoarjo adalah kawasan delta Brantas dimana daratan delta sangat fluktuatif, dinamis bergerak dan bertambah secara terus-menerus.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Dari pergerakan itu kami mencoba melakukan penelitian sehingga kami menemukan sampel dan perhitungan matematis dimana kita bisa menghitung rupa dari daratan kawasan Surabaya dimasa lalu, masa kerajaan Kahuripan, Jenggala sampai masa Hindia Belanda yang kita temukan dan yang sangat mengejutkan ketika kita hitung di masa 1000 tahun yang lalu di masa eksistensi kerajaan Kahuripan yang lahir di tahun 1019 ternyata pergerakan delta daratan Surabaya belum ada," terangnya.

Ia melanjutkan, ketika berbicara mengenai pelabuhan Hujung Galuh misalnya, yang muncul di jaman Kahuripan ataupun jaman Jenggala ternyata ada di wilayah Sidoarjo, bukan di Surabaya.

"Kita tidak sedang membuat klaim namun sebetulnya saya dan teman-teman Sidoarjo berusaha mengajak komunitas sejarah dan Pemerintah Sidoarjo dan Surabaya berkolaborasi untuk melakukan penelitian bersama mengenai sejarah masa lalu kawasan delta Brantas yang khusus Sidoarjo dan Surabaya," tegas Rakanta.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa sebelum tanggal 31 Januari 1859 ketika Sidoarjo dan Surabaya belum terpisah, otomatis sejarah kawasan menggunakan sumber-sumber yang sama.

"Maka dari itu kami berusaha hingga saat ini mengajak bersama dalam merumuskan sejarah yang terkait kedua belah pihak, tidak saling berebut tempat yang dianggap penting namun untuk kepentingan bersama," tutupnya.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Pakar Geologi Sidoarjo Dr. Handoko Teguh Wibowo mengatakan bahwa Surabaya dan Sidoarjo merupakan morfologi bentang alam yang dipengaruhi oleh sistem delta.

"Ada 2 kali besar, yaitu kali Mas dan kali Porong dan itu berhulu di Das Brantas, jadi yang mengarah arah utara menjadi kali Mas yang akan mempengaruhi dinamika dari kota Surabaya karena ada material tertransport yang kemudian terendap menjadi sebuah daratan kemudian mengarah ke selatan dan timur adalah kali porong yang mempengaruhi morfologi bentang alam yang ada di Sidoarjo," ucapnya.

Ia melanjutkan, sistem delta akan mempengaruhi progadasi yaitu penambahan daratan sesuai dengan kapasitas aliran yang membawa material.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Semakin banyak material yang terbawa akan semakin cepat mengalami progadasi dan itu akan mempengaruhi eksistensi atau dinamika sebuah kerajaan yang eksis pada saat itu di permukaan," terangnya.

Menurut penjelasannya, selama das aktif mengalir dan membawa material, maka tentu ada konsekuensi penambahan daratan yang akan terus terjadi. 

"Pada saat ini ada upaya artifisial pembentukan bendungan, nyodet sebagai rekayasa engineering dimana untuk meminimalisasi pergerakan progadasi dari delta itu dan terus diupayakan sejak jaman Belanda, engineeringnya sudah jalan dan sekarang terus dilakukan untuk memaintance supaya blocking pembentukan daratan yang akan memblocking aliran-aliran itu tidak sampai terjadi," imbuh Dr. Handoko.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.