Rabu, 17 Jun 2026 17:52 WIB

Pakar Hukum Bivitri Susanti Sebut Pilkada 2024 Dibayangi Kecurangan Parah

  • Penulis :
  • | Sabtu, 01 Jun 2024 15:44 WIB
Bivitri Susanti dalam Seminar Hukum Nasional di IAIN Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Bivitri Susanti dalam Seminar Hukum Nasional di IAIN Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menyebut, bahwa Pilkada Serentak 2024 dibayangi kecurangan. Bahkan, dia memprediksi akan lebih parah dari Pemilu kemarin.

Kekhawatiran salah satu bintang di film Dirty Vote ini disampaikan saat menjadi narasumber Seminar Hukum Nasional di Gedung Baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, pada Sabtu (1/6/2024). Seminar bertema Pancasila dan Pilkada itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Baca Juga: Unitomo Surabaya Kini Punya Program S3 Ilmu Hukum, Cek Keunggulannya

"Berkaca pada Pemilu kemarin dan prakteknya yang luar biasa menurut saya brutalnya, muali dari politik uang dan nepotisme. Saya melihat Pilkada tahun ini akan sama saja. Bahkan barang kali lebih parah, karena seakan-akan mendapat legitimasi tambahan, karena nepotisme tidak apa-apa. Karena di tingkat Nasional pun dilakukan," tegas Bivitri Susanti.

Pengajar di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STHI) Jentera ini mengaku sudah banyak berdikusi dengan politisi di Jakarta. Ternyata, banyak politisi yang enggan bertarung di tingkat Pilkada, khususnya kelompok yang kalah di Pemilu 2024, karena khawatir dicurangi kembali.

"(Pilkada) Selain tidak fair, juga mempersempit kompetisinya. Sehingga tidak ada pilihan untuk warga. Nantinya warga hanya akan mendapat pemimpin yang tidak berkualitas dan mengakibatkan pada pelayanan publik ke depannya," keluh pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) ini.

Dalam seminar tersebut, Srikandi Ahli Hukum ini berusaha untuk menggugah sikap kritis mahasiswa. Sehingga mereka bisa ikut berada pada garda terdepan dalam menyudahi sengkarut hukum dan politik di negeri ini dengan meletakkannya pada nilai-nilai dasar Pancasila.

Hal senada diutarakan oleh Pengamat Politik dan Hukum Kediri Taufiq Dwi Kusuma. Dirinya mengajak mahasiswa untuk mengadvokasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memilih calon pemimpin yang benar-benar berkualitas dan mengawal proses Pilkada, khususnya di Kediri Raya sesuai norma hukum dan etika.

Baca Juga: Bawaslu Jember Tangani 42 Dugaan Pelanggaran Pilkada, 21 Diantaranya Pidana

"Dengan adanya seminar ini sangat baik. Menjelang Pilkada 2024 ini banyak tumbuh kembang calon potensial yang mementingkan kepentigan masyarakat. Hal yang perlu dilakukan mahasiswa kampanye kewarasan dan dan kampanye kecerdasan dalam memilih pemiminpin serta mengawal proses pemilihan," ajaknya.

Untuk diketahui, Seminar Hukum Nasional ini digelar oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Dengan mengusung tema Pancasila dan Pilkada 2024, seminar ini mengundang Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti serta Pengamat Politik dan Hukum Kediri Taufiq Dwi Kusuma sebagai narasumber.

Sahrul Romadon, selaku Ketua Dema Fakultas Syariah IAIN Kediri mengatakan, melalui seminar ini akan memberikan gambaran masa depan Pilkada serentak 2024 kepada mahasiswa.

Baca Juga: Pilkada Serentak 2024, Pengumuman Menang 16 Daerah Ini Tak Sesuai Jadwal

"Semakin dekatnya momen politik, mahasiswa perlu untuk mengetahui masa depan Pilkada seperti apa. Karena ketika kita mengaca pada Pemilu kemarin banyak kecurangan atau etika-etika yang tidak senonoh yang dilakukan oleh para peserta Pemilu dan institusi Negara," ujar Sahrul Romadon.

Seminar ini diikuti sebanyak 150 orang mahasiswa IAIN Kediri serta mahasiswa hukum dari babagai kampus. Bahkan, saking tingginya antusias peserta, sebagian mahasiswa mengikuti seminar secara online.

Dipandu oleh M. Izzat Qurtubi sebagai moderator, seminar yang dikemas dalam diskusi tersebut berjalan sangat dinamis. Sejumlah mahasiswa melontarkan berbagai pertanyaan yang kritis dan berbobot untuk ditanggapi oleh dua orang narasumber.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.