Selasa, 16 Jun 2026 00:58 WIB

Pelajar SMP di Kota Batu Tewas Dikeroyok Teman, DPRD Segera Panggil Kadindik

  • Penulis : Gerhana
  • | Sabtu, 01 Jun 2024 08:24 WIB
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari saat menyambangi rumah duka. (Foto: Khamim Tohari for jatimnow.com)
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari saat menyambangi rumah duka. (Foto: Khamim Tohari for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelajar salah satu SMP Negeri di Kota Batu, Jawa Timur meninggal dunia usai diduga dikeroyok oleh teman-temannya sendiri.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari merasa miris mendengar kabar ini. Ia mengaku telah mengunjungi rumah duka pada Jumat (31/5/2024), malam.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Khamim mengatakan, korban berinisial RKWA (12) yang masih duduk di bangku Kelas VII itu adalah warga Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

Korban mengalami perundungan oleh teman-temannya pada Rabu (29/5/2024) di sekitar vila di Kelurahan Songgokerto.

"Semalam saya ke rumah duka, kata adik korban bercerita, kalau kakaknya itu sebelum meninggal sempat mengeluh dipukuli oleh temannya satu sekolah, ada yang lainnya juga," kata Khamim, Sabtu (1/6/2024).

Dari informasi yang dihimpun, bahwa korban dikeroyok menggunakan tangan kosong oleh 2 pelaku dari 5 orang yang hadir.

Lebih lanjut, Khamim mengatakan, bahwa korban sempat mengeluhkan sakit setelah bangun tidur di bagian kepala, dada, dan belakang punggung pada Jumat (31/5/2024) pagi.

"Katanya, kemarin itu sempat dibawa periksa ke Rumah Sakit Hasta Brata. Adiknya dibilangi kalau jam 11.00 WIB, kakaknya sudah tidak ada (meninggal)," katanya.

Pada malam hari, jenazah korban dibawa di rumah duka dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) sekitar wilayah tempat tinggalnya.

"Informasinya sudah dimakamkan, malam tadi," katanya.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

Adanya kejadian tersebut, Khamim berharap, semua pihak harus lebih bertanggung jawab untuk lebih ekstra memberikan pengawasan kepada anak-anak.

"Guru tidak mungkin memberikan pengawasan selama 24 jam," ujarnya.

Pihaknya telah mempersiapkan untuk memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan para guru untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Salah satunya agar siswa bisa terbuka dengan apa yang terjadi.

"Yang pasti nanti akan kami ajak diskusi Kepala Dinas (Pendidikan) dan para guru. Agar mereka bisa memberikan sosialisasi kepada para siswa untuk tidak takut memberitahukan kepada sekolah atau orang tua terkait sps yang terjadi," katanya.

Menurutnya, hal semacam ini bisa terjadi karena luput dari pantauan guru maupun orang tua. Kebanyakan para siswa tidak pernah membicarakan apa yang terjadi kepada orang tua atau guru karena takut.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Kalau takut lapor ke guru, bisa memberitahukan kepada orang tua. Saya tidak ingin hal semacam ini terjadi lagi di Kota Batu. Saya berharap ini yang pertama dan terakhir," katanya.

Ia juga sangat setuju jika kerja kelompok harus dilakukan di lingkungan sekolah, sehingga para siswa lebih terpantau.

Menurutnya, sekolah harus tahu siapa saja anggota dari kelompok yang sedang melakukan kerja kelompok.

"Dan yg paling penting perlu tambahan pendidikan budi pekerti," ujarnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.