Senin, 22 Jun 2026 12:18 WIB

Mas Dhito Sambangi Bocah Pengidap Tumor Otak di Kediri

  • Penulis :
  • | Kamis, 30 Mei 2024 19:34 WIB
Mas Dhito saat sambangi bocah penderita tumor otak di Kediri. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat sambangi bocah penderita tumor otak di Kediri. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyambangi bocah pengidap tumor otak di Desa Jajar, Kecamatan Wates, Kamis (30/5/2024). Dia datang usai menyalurkan bantuan tunai kepada ratusan PKL di Pendopo Kecamatan Wates, siang tadi.

Didampingi kepala desa setempat, Camat Wates, dan jajaran di Pemkab Kediri, Mas Dhito menggali informasi dari Patmirohmah (40) ibu dari Alya (6), bocah pengidap tumor otak tersebut.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Diketahui, Alya sebelumnya telah menjalani perawatan dan operasi di RS Kabupaten Kediri (RSKK). Sedang, untuk penanganan medis lanjutan, anak itu harus segera dirujuk ke RS Dr Soetomo, Surabaya.

Patmirohmah yang kesehariannya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan suaminya bekerja buruh tani merasa terkendala biaya selama nantinya menunggu anaknya menjalani perawatan.

Mendengar penuturan dari warganya itu, Mas Dhito saat itu pula menghubungi Plt Kepala Dinas Sosial Ariyanto untuk segera memfasilitasi selama keluarga itu mendampingi anaknya yang dirawat di RS Dr Soetomo.

"Tolong Dinsos nanti kerahkan tim untuk mendampingi orang tuanya, antarkan sampai ke rumah sakit dan yang kedua kebutuhan hidup sambil menunggu anaknya selama di Surabaya," kata Mas Dhito.

Baca Juga: Munas-Konbes NU Dibuka Malam Ini, Presiden Prabowo Hadir Saat Penutupan

Mas Dhito berharap, anak berusia 6 tahun yang mengidap tumor otak itu secepatnya dapat segera ditangani medis. Ke depan, pihaknya meminta supaya keluarga ini mendapatkan pendampingan untuk peningkatan kesejahteraan.

"Harapan saya setelah pulang (dari RS Dr Soetomo) dari Dinsos memberikan pelatihan kepada bapaknya atau ibunya supaya bisa bekerja dan mendapatkan pendapatan pasti," tambahnya.

Sementara itu, Patmirohmah mengisahkan, penyakit yang diderita anaknya itu baru diketahui sekitar Maret lalu. Waktu itu, lanjut dia, anaknya yang duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) mendadak hilang keseimbangan.

Baca Juga: Kemensos Puji SMA SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School Gagasan Mas Dhito

"Awalnya sempoyongan," tuturnya.

Setelah mencoba mencari pengobatan non medis namun sakit anaknya tak menunjukkan perkembangan yang positif, dia pun memeriksakan anaknya ke rumah sakit.

Patmirohmah mengaku bersyukur dan berterimakasih atas perhatian yang diberikan Mas Dhito. Dia berharap, anaknya cepat mendapatkan pengobatan lanjutan dan kembali sehat seperti sedia kala.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

Dua pengendara motor tewas tenggelam usai tercebur ke Waduk Kalimati, Prambon, Sidoarjo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jasad keduanya pada Senin dini hari.

Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

Implementasi program nasional tersebut ke depan tetap memerlukan pembenahan yang matang di tingkat daerah maupun pusat.

Aksi Basuh Kaki Orang Tua, Pramuka Sukolilo Surabaya Pecahkan Rekor MURI

1.352 Pramuka Sukolilo dilantik sebagai Pramuka Garuda dan memecahkan dua Rekor MURI melalui aksi pembasuhan kaki orang tua dan semafor massal.

Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

Permasalahan ini telah berlangsung selama belasan tahun tanpa ada solusi konkret. Warga juga telah mengadukan masalah tersebut ke Komisi III DPRD Kota Probolinggo dan minta untuk relokasi.