Minggu, 14 Jun 2026 14:14 WIB

Hari Jadi Lamongan ke-455, Ada Sinden Niken Salindry dan Kirab Bendera Pataka

Bupati Yes saat menyapa masyarakat yang menonton jalannya kirap HJL dan budaya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Bupati Yes saat menyapa masyarakat yang menonton jalannya kirap HJL dan budaya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-455 berlangsung meriah, dengan acara puncak dikemas penuh balutan adat istiadat dan budaya lokal.

HJL yang jatuh tiap tanggal 26 Mei ini, juga mengundang sinden ternama Niken Salindry yang tampil menghibur masyarakat Lamongan.

Baca Juga: Besutan Melangkah ke Jakarta, Bawa Misi Menyelamatkan Ludruk

Sama seperti tahun sebelumnya, puncak HJL dibuka dengan kirab bendera pataka HJL, mulai dari DPRD Lamongan Jl. Basuki Rahmat kemudian memutari gedung Pemda Lamongan di Jl. Ahmad Dahlan.

Selanjutnya, melintas pula di Jl. Soewoko lurus menuju pertigaan Jl. Wahidir Sudiro Husodo kemudian simpang empat family di Jl. Lamongrejo dan berakhir di Jl. A. Yani atau tepatnya di Pendopo Lokantantra Lamongan.

Dalam HJL tahun ini, dilakukan penyerahan mobil Ambulance untuk 6 puskesmas serta penyerahan SK Bupati tentang perpanjangan masa jabatan kepala desa di Lamongan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan, Siti Rubikah mengungkapkan, HJL ke-455 berjalan sukses dengan disambut antusias masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa FIK Ubaya Sabet Tiga Gelar di Asian Student Fashion Week 2026

"HJL tahun ini disambut antusias masyarakat bahkan luar daerah, semoga kegiatan ini bisa menjadi salah satu ikon dan mengundang lebih banyak wisatawan," ungkap Siti Rubikah, Minggu (26/5/2024).

Kirab bendera HJL, kata Rubikah, diikuti oleh Bupati dan jajaran Forkopimda Lamongan dengan menaiki delman. Sementara, rombongan kirab juga diikuti jajaran kepala dinas OPD, hingga camat dan paguyuban Yak-Yuk Lamongan.

"Selain mengundang Niken Salindry, adapun kesenian yang kita tampilkan ada campursari dari SMK Ngimbang, jaran jenggo yang kebetulan sudah ditetapkan warisan budaya tak benda asal Lamongan," ujarnya.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

Lebih jauh, Rubikah berharap, dengan adanya kegiatan puncak HJL ini, supaya lebih mengenalkan lagi kesenian dan kekayaan yang dimiliki Lamongan kepada masyarakat luas.

"Lamongan memiliki banyak sekali kesenian yang ke depan bisa dikembangkan, semoga HJL tahun ini bisa menjadi batu lompatan untuk lebih mengenalkan nama Lamongan," papar Rubikah.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.