Minggu, 14 Jun 2026 10:27 WIB

PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu, Awali Musim Buka Giling

Arak-arakan manten tebu membuka musim giling di PG Mojopanggung Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Arak-arakan manten tebu membuka musim giling di PG Mojopanggung Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mengawali buka giling, PG Modjopanggung Tulungagung menggelar tradisi adat manten tebu. Tradisi ini sudah digelar sejak era kolonial Belanda dan kini menjadi warisan leluhur untuk menandai prosesi buka giling.

Tradisi manten tebu ini diwujudkan dengan sepasang boneka pengantin Jawa. Dimana proses pembuatan boneka manten tersebut, memerlukan ritual khusus yang dilakukan secara turun-temurun.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Pembuat boneka manten harus melakukan puasa selama 4 hari sebelum merangkai boneka, dan pada saat membuat, dia tidak boleh tidur hingga boneka selesai dibuat.

Sepasang boneka ini diarak menuju lokasi penggilingan tebu. Prosesi arak-arakan dimulai dari luar pabrik menuju tempat tinggal GM PG Mojopanggung.

Setelah itu, arak-arakan yang diiringi dengan kembar mayang, ragam sesaji dan tebu yang sudah dihias dibawa menuju ke lokasi penggilingan tebu. Boneka bersama aneka sesaji dan tebu lalu dimasukan ke mesin giling.

GM PG Mojopanggung, Sugianto mengatakan, tradisi ini sudah digelar sejak zaman dulu sebagai tanda pembuka musim giling. Tradisi tersebut memiliki makna filosofis kekeluargaan dan simbol harapan hasil produksi tahun ini membawa berkah untuk petani dan keluarga PG Mojopanggung.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Tradisi ini memiliki makna kekeluargaan, layaknya manten pada umumnya melibatkan banyak pihak dalam prosesnya," ujarnya, Jumat (24/05/2024).

Tradisi ini juga merupakan simbol sinergi antara petani tebu dan pabrik. Tahun ini PG Mojopanggung ditargetkan menggiling 4,1 juta kwintal tebu. Namun karena faktor cuaca target ini diturunkan menjadi 3,5 juta kwintal tebu dengan target rendemen mencapai 7,6 persen.

"Faktor cuaca juga berpengaruh terlebih 75 persen tanaman kita berada di kawasan upland dengan curah hujan hanya di bulan Januari saja," tuturnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Dari jumlah tersebut, mereka mentargetkan mendapat laba hingga Rp32 miliar. Jumlah target ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Meskipun begitu, mereka akan berusaha maksimal untuk mendapat target laba hingga Rp50 miliar.

"Melalui prosesi manten tebu ini, kami berharap hasil produksi bisa membawa berkah bagi semuanya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.