Senin, 22 Jun 2026 11:35 WIB

Penjualan Seragam di Kota Malang Masih Landai, Menunggu Jelang Masuk Sekolah

  • Penulis : Gerhana
  • | Selasa, 21 Mei 2024 17:37 WIB
Salah satu toko seragam sekolah di Pasar Besar Kota Malang. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Salah satu toko seragam sekolah di Pasar Besar Kota Malang. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Penjualan kebutuhan seragam sekolah dengan perlengkapannya di Kota Malang masih landai. Pedagang mengaku belum banyak pesanan atau pembeli yang datang.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

Salah satu pedagang di Pasar Besar Kota Malang, Anik (40), mengatakan, biasanya peningkatan pembeli atau pesanan mulai terjadi pada 3 minggu sebelum pelajar masuk sekolah.

Menurut informasi, tahun ajaran baru 2024/2025 baru dimulai pada pertengahan Juli 2024 mendatang.

"Masih normal, belum ada peningkatan (penjualan), mungkin sekarang kan masih mau masuk libur sekolah, jadi banyak orangtua ngajak anak-anaknya jalan-jalan," kata Anik, Selasa (21/5/2024).

Biasanya, jika sudah mendekati hari H, atau beberapa hari sebelum anak masuk sekolah, tokonya diprediksi bisa meraup omzet penjualan mencapai 80 persen setiap harinya dibanding hari biasa.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Kalau sudah mendekati, sehari bisa (terjual) 10 lusin (seragam sekolah). Hari biasa seperti sekarang paling banyak itu 10 setel lakunya," katanya.

Rata-rata setiap setel seragam sekolah yang dijual kisaran mulai dari Rp 140.000 - Rp 200.000, menyesuaikan ukuran, baik seragam SMP dan SD.

"Kalau atribut seperti badge, topi dan dasi, mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 15.000," katanya.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

Lebih lanjut, tokonya juga menyuplai seragam sekolah ke beberapa sekolah di Kota Malang.

Selain itu, menurutnya, beberapa pembeli merasa lebih murah ketika membeli seragam sekolah dalam bentuk jadi di pasar dibandingkan membeli kain dari sekolah kemudian dijahit.

"Lebih murah beli jadi di pasar, banyak pilihan, ukuran, kalau kain itu belum ongkos jahitnya. Kalau jahit ke penjahit pas musim anak masuk sekolah nanti biasanya ngantri lama bisa sampai satu bulan," katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.