Kamis, 18 Jun 2026 09:50 WIB

43 KK Warga Rusunawa Gunungsari Surabaya Ditertibkan, Minta Dibuatkan Rumah

Suasana terkini petugas saat mengangkut barang milik warga. (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Suasana terkini petugas saat mengangkut barang milik warga. (Foto-foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 43 kepala keluarga eks gusuran stren kali Jagir tahun 2009 yang yang tinggal di Rusunawa Gunungsari Surabaya ditertibkan petugas gabungan pada Kamis (16/5/2024) pagi, lantaran menunggak membayar sewa.

Dari pantauan di lokasi ratusan petugas gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI, Dishub dan Damkar berjaga di sekitar lokasi Rusunawa Gunungsari.

Baca Juga: Balai Pemuda Dikosongkan, Ruang Ekspresi Seniman Surabaya Menyusut

Selain itu terlihat pula sejumlah pekerja nampak sibuk membereskan barang-barang milik warga hunian untuk diangkut ke tempat relokasi sementara di Liponsos Surabaya bagi yang ber-KTP Surabaya dan panti Dinsos Pemprov Jatim bagi warga dari luar daerah.

Sempat terjadi ketegangan antara warga dan petugas yang hendak melakukan penertiban dan pengosongan pada hunian warga.

Salah satu warga terdampak, Bayu Kuntoro Mukti mengaku dipaksa angkat kaki dari rumah hunian lantaran belum membayar sewa. Adapun tunggakan sewa yang harus dibayar yakni sekitar Rp6 sampai Rp8 Juta.

"Sebelumnya sudah pernah kita berkomunikasi dan meminta untuk diberikan keringanan, bisa dicicil namun tidak diindahkan dan harus dibayar lunas," ujarnya.

Sebelumnya, Bayu mengungkapkan dulu pada saat kepemimpinan Gubernur Soekarwo pernah menjanjikan kepada warga korban gusuran stren kali Jagir akan dibangunkan rumah sederhana bersubsidi.

Baca Juga: Satpol PP Surabaya Tertibkan PKL di Atas Saluran Air Kawasan Manukan

Kemudian, selama menunggu realisasi pembangunan rumah sederhana bersubsidi, maka warga korban gusuran stren kali Jagir untuk sementara dititipkan di Rusunawa Gunungsari, Surabaya.

"Awalnya kita dijanjikan tinggal di sini (Rusunawa) hanya transit selama 2 tahun selanjutnya dijanjikan akan dibantu dibangunkan rumah di daerah Semampir, tapi sampai hari ini tidak pernah terealisasikan," ulasnya.

Menurutnya, warga terdampak sehari-hari bekerja sebagai buruh tidak tetap, ada pula yang bekerja sebagai pedagang kecil atau UMKM dan tidak punya tempat tinggal lain selain di Rusunawa tersebut.

"Warga yang hari ini ditertibkan sementara waktu ditampung di Dinsos Surabaya. Saya sendiri nanti terpaksa membuat tenda di sekitar halaman sini (Rusunawa)," sambungnya.

Baca Juga: Hiburan Malam di Sekitar Suramadu Beroperasi, DPRD Surabaya Usul Penindakan

Bayu berharap kepada pemerintah agar memberikan solusi dan bantuan kepada warga yang terdampak.

"Kita ini kan warga miskin, tidak punya hunian atau rumah, meminta agar dibantu bagaimana caranya bisa nyicil atau dibuatkan rumah," tutupnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.