Minggu, 07 Jun 2026 17:35 WIB

Peringati May Day, Buruh di Candi Sidoarjo Belajar Melukis

Para buruh Sidoarjo mengikuti pelatihan lukis di atas tas dan busana di Desa Gelam Candi Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Para buruh Sidoarjo mengikuti pelatihan lukis di atas tas dan busana di Desa Gelam Candi Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tidak harus dengan aksi demonstrasi. Di Sidoarjo sejumlah buruh mengikuti pelatihan kegiatan belajar melukis busana dan tas.

Acara ini digelar oleh seorang pemilik rumh mode secara rutin untuk meningkatkan kemampuan dan meningkatkan pendapatan di Desa Gelam Candi Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Instruktur lukis busana dan tas, Hariyani Yan Khurin pengisi materi menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan awalnya bertujuan untuk melatih para ibu rumah tangga agar memiliki penghasilan tambahan dengan melukis busana dan tas.

Namun kini banyak para buruh pabrik juga mengikuti pelatihan sebagai bekal keterampilan bila di-PHK sewaktu-waktu.

"Saya mulai tahun 2010, awalnya diikuti oleh ibu rumah tangga yang menganggur, kita ingin dapat meningkatkan kemampuan dan lapangan kerja bagi ibu rumah tangga khususnya para buruh yang bekerja dipabrik, kalau sering berlatih 10 hari sudah mahir," ujar Hariyani, Rabu (1/5/2024).

Ia menambahkan para buruh menggunakan cat khusus saat belajar menggoreskan kuas di atas tas dan busana yang lama tak terpakai agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Menurut penuturan Hariyani, hasil produk busana dan tas lukis karya para buruh kini sudah dipasarkan secara online dengan harga jual mulai dari Rp150 ribu hingga jutaan rupiah, tergantung kesulitan dalam melukis.

Sementara itu salah satu peserta, Utami mengaku sengaja mengikuti kegiatan ini ketimbang berdemo dengan alasan menghibur diri sebagai usaha memperingati Hari Buruh.

Selain itu juga karena ingin meningkatkan kemampuan hingga mendapatkan penghasilan lebih.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Iya pingin saja, masa selamanya jadi buruh terus pengen punya begini bisa berkembang, ada pelatihan lukis juga busana, bisa nambah nambah penghasilan. Lebih menyenangkan dari pada ikut demo," tutupnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.