Jumat, 19 Jun 2026 19:18 WIB

Mahasiswi Ambruk di Tengah Demo Buruh Depan Grahadi Surabaya

Sejumlah mahasiswa Unesa saat mengamankan rekannya yang alami sesak nafas. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Sejumlah mahasiswa Unesa saat mengamankan rekannya yang alami sesak nafas. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Salah satu peserta aksi damai aliansi mahasiswa Surabaya yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Penindasan (Bara Api) tiba-tiba ambruk dan mengalami sesak nafas, Rabu (1/5/2024).

Dari pantauan di lokasi diketahui peserta yang ambruk itu mengenakan almamater berwarna biru. Ia tergeletak di trotoar Taman Apsari depan Kantor Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya. Terlihat sejumlah mahasiswi lain berusaha memberikan pertolongan dengan meminta bantuan kepada petugas medis.

Baca Juga: Peringatan May Day di Probolinggo, Ratusan Buruh Gelar Tasyakuran

Informasi yang dihimpun diketahui peserta yang alami sesak nafas itu adalah mahasiswi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Terlihat petugas kesehatan sigap melakukan pertolongan pertama pada mahasiswi tersebut.

"Iya mas anak Unesa yang sesak nafas, mohon untuk tidak diambil gambarnya," ucap mahasiswa lain.

Sementara itu, salah satu koordinasi aksi mahasiswa Unesa Ilyas Ardi Pratama mengatakan dalam aksinya mereka mendesak pemerintah agar mengoptimalkan fungsi dari lembaga pengawas ketenagakerjaan.

Baca Juga: UKT Dinilai Memberatkan, Mahasiswa Unej Desak Transparansi dan Evaluasi Sistem

Kemudian, mereka meminta pemerintah untuk merevisi UU Cipta Kerja dengan melibatkan serikat/buruh terkait dalam permasalahan PHK, dan stop PHK sepihak.

"Mendesak pemerintah mengawasi perusahaan agar kontrak kerja sesuai dengan UU cipta kerja ketenagakerjaan," ujarnya.

Baca Juga: Empati dan Keberanian Redam Amuk Massa di Gedung Grahadi

Selain itu, Ardi meminta agar pemerintah memberikan jaminan perlindungan untuk buruh perempuan. Mendesak pemerintah agar menindak tegas segala bentuk pernyelewengan yang dihasilkan oleh pihak perusahaan.

"Kemudian terkait daycare agar anak-anak mereka jauh dari pergaulan bebas dan untuk menjamin kehidupan anak-anak mereka," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.