Senin, 15 Jun 2026 21:49 WIB

KPU-Bawaslu Lamongan Harus Antisipasi Akun Buzzer untuk Hindari Perpecahan

Pengamat sosial-politik Lamongan, Madekhan Ali saat menjelaskan perihal kerawanan pilkada 2024. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pengamat sosial-politik Lamongan, Madekhan Ali saat menjelaskan perihal kerawanan pilkada 2024. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aktivitas media sosial jelang Pilkada 2024 Lamongan diprediksi kembali melahirkan polarisasi massa. Hal tersebut bisa berpotensi memicu rawan perpecahan di tengah masyarakat.

Pengamat Sosial Politik Jawa Timur, Madekhan Ali menilai bila sosial media memiliki peran khusus dan menjadi salah satu faktor dibalik suksesnya Pilkada Lamongan 2024.

Baca Juga: ASN Kota Probolinggo Ditantang Manfaatkan Medsos untuk Promosi Daerah

Akademisi Lamongan tersebut menegaskan bahwa ruang lingkup bahasan politik daerah akan berseliweran di media sosial sejak diumumkannya kandidat pasangan calon.

Saat itu, lanjutnya, konsumsi masyarakat dunia maya akan penuh dengan muatan politik yang bersifat opini atau by desain.

"Hingga saat ini pun, masyarakat media sosial atau netizen, saya lihat mulai terpolarisasi atau terkelompok," ucapnya, Sabtu (27/4/2024).

Lebih jauh, ia mengkawatirkan bahwa kondisi itu bakal berimbas besar pada kerawanan pemilu yang berdampak pada kondusifitas masyarakat dan indeks demokrasi.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Tentu Bawaslu-KPU Lamongan harus mulai bersiap, start hari ini. Supaya apa? Netizen memiliki literasi yang mumpuni dalam menatap Pilkada mendatang," ujarnya.

Data yang dihimpun Madekhan dari KPU Lamongan, sampai saat ini belum ditemui warganet atau pihak yang berperan untuk memobilisasi atau mempengaruhi masyarakat medsos (buzzer) terhadap pilihan politiknya.

"Yang bahaya itu, nanti bila publikasi yang dilakukan oleh akun medsos yang memiliki pengikut menarasikan politik tanpa mempunyai basis data yang cukup dan menggiring opini," tuturnya.

Baca Juga: Medsos Bikin Anak Makin Individualis, Pakar Tekankan Peran Krusial Orang Tua

Madekhan Ali mengimbau agar pengguna media sosial lebih bijak dalam berkomentar atau mengkomsumsi informasi seputar politik.

"Bila nanti dalam postingan berisi ujaran kebencian, pencemaran nama baik, menyerang pribadi, pemilik akun dan yang komentar bisa dijerat UU ITE. Jadi harus lebih bijak dalam bermedsos," urainya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.