Senin, 15 Jun 2026 05:16 WIB

Bupati Trenggalek Ikuti Ritual Metri Durian, Apa Itu?

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengikuti ritual metri durian. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengikuti ritual metri durian. (Foto: Prokopim Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengikuti ritual Metri Durian dalam rangkaiaan kegiatan Internasional Durio Festival tahun 2024, Minggu (21/4/2024).

Metri atau sedekah selamatan durian dilakukan dalam rangka mengembalikan adat istiadat yang dilakukan para pendahulu. Bersedekah hasil bumi dalam hal ini buah durian.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Di balik kegiatan metri ini, ada pesan yang dititipkan bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut. Yakni ketika menjaga alam dan lingkungan, maka alam dan lingkungan akan memberikan kembali keberkahan berupa hasil panen yang melimpah.

“Terima kasih sekali bisa terselenggara. Harusnya Ramadhan kemarin, tapi karena panen raya bertepatan Ramadhan, akhirnya agak mundur," ujarnya.

Menurut Mas Ipin, konsep kegiatan ini sebenarnya lebih kepada mengembalikan kebiasaan adat berupa bersedekah akan produk-produk atau hasil panen durian. Termasuk dengan upacara metri memulai sesuatu dengan menanamnya kembali.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

Tahun ini hasil panen durian cukup melimpah namun momennya dirasa kurang tepat karena bulan Ramadhan. Karena saat Ramadan orang berwisata kurang dan menikmati durian saat buka atau sahur tidak cocok.

“Makanya kedepannya kita atur semoga panennya nanti bisa lebih terjadwal. Karena sekarang masyarakat tanamnya juga mulai berjenjang. Tahun dan bulannya tidak sama, sehingga harapannya panennya tidak sama. Seperti Ripto itu tiap tahun bisa panen 2 kali," tuturnya.

Baca Juga: Hadiri Sarasehan, Pemkab Trenggalek Mengkaji Penerbitan Obligasi Daerah

Kabupaten Trenggalek sendiri merupakan salah satu Kabupaten penghasil Buah Durian. Apalagi di Trenggalek terdapat Hutan Durian luas lahan mencapai 650 hektar, di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Tak hanya potensi buahnya, Mas Ipin juga mendorong produk olahan lain dari durian.

“Kemarin beberapa sudah ada yang berusaha membuat pasta durian. Karena minuman-minunan seperti es itu yang menggunakan pasta durian juga banyak. Sehingga banyak permintaan untuk membuat pasta durian sendiri. Semoga yang kualitas bagus bisa kita kirim keluar kota dan lain sebagainya. Sedangkan di sini yang kualitasnya kurang bisa kita bikin untuk flavor," tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.