Senin, 22 Jun 2026 08:03 WIB

Jasa Vermak Pakaian di Tulungagung Kebanjiran Cuan, Sampai Nolak Orderan

Jasa vermak pakaian di Tulungagung laris manis jelang lebaran. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jasa vermak pakaian di Tulungagung laris manis jelang lebaran. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang Lebaran, jasa vermak pakaian di Kabupaten Tulungagung banyak diminati warga. Para penjahit yang banyak mangkal di Jl Adi Sucipto ini mengaku mulai kebanjiran order.

Peningkatannya bahkan mencapai 100 persen dibanding hari biasa. Selain memotong mereka juga menerima pesanan memperbesar dan mengecilkan pakaian.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Salah satu penjahit, Ervan mengaku peningkatan ini mulai terjadi sejak pertengahan bulan Ramadan. Jika sebelumnya mereka rata-rata mendapat orderan 10 potong per hari, kini meningkat hingga 25-30 potong per hari. Bahkan para penjahit ini mengaku mulai menolak orderan karena khawatir tidak mampu mengerjakannya.

"Kalau yang harus saat ini jadi kami tolak karena yang antre banyak," ujarnya, Kamis (4/4/2024).

Terdapat sekitar 30 penjahit vermak yang membuka jasa di lokasi ini. Mereka memiliki pelanggan yang berbeda. Mayoritas pelanggan membutuhkan jasa vermak untuk memotong, membesarkan atau mengecilkannya. Para penjahit tak ingin memanfaatkan ramainya orderan ini dengan menaikkan harga jasa.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Tidak berani mas menaikkan harga jasa vermak, rata-rata pelanggan sudah tahu harganya," tuturnya.

Para penjahit ini membanderol harga jasa mulai Rp10 ribu hingga Rp35 ribu tergantung tingkat kerumitan. Untuk melayani konsumen, mereka menambah jam operasional. Jika biasanya mereka tutup sekitar pukul 15.00 WIB, kini beberapa diantaranya tetap buka hingga pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kalau tidak juga selesai kami bawa pulang dikerjakan dirumah besoknya bisa diambil," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.