Jumat, 19 Jun 2026 08:09 WIB

Bapak - Anak di Blitar Tewas usai Hirup Gas Beracun dari Mesin Diesel

Warga saat mengevakuasi korban. Dok Polsek Kanigoro (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga saat mengevakuasi korban. Dok Polsek Kanigoro (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com  - Warga Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, digegerkan dengan temuan bapak dan anak meninggal di area persawahan.

Korban diketahui berinisial JL (78) dan WP (26). Keduanya warga Kelurahan Satreyan Kanigoro Blitar. Kedua korban diduga terkontaminasi asap yang dikeluarkan mesin diesel penyedot air.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Kapolsek Kanigoro, AKP Muhammad Burhanuddin, mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya. Saat ditemukan kedua korban tergeletak pada sebuah bangunan segi empat di area persawahan yang dipakai sebagai tempat mesin penyedot air.

"Korban diketahui pergi ke sawah namun karena lama tidak pulang dicari oleh istrinya," ujarnya, Sabtu (30/3/2024).

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban JL masuk ke dalam bangunan diesel penyedot air yang tertutup. Korban diduga menghirup gas karbon hingga pingsan tanpa ada pertolongan. Korban diketahui sedang mengairi sawahnya dengan diesel tersebut.

"Korban saat itu sedang mengairi sawah dengan kondisi mesin pompa air yang berada di bawah permukaan tanah dan mesin menyala sehingga pada saat korban akan mematikan mesin tersebut korban menghirup gas dari mesin pompa tersebut,”  jelasnya.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Melihat situasi ini, sang anak berusaha untuk melakukan pertolongan namun ikut menghirup gas yang berasal dari mesin disel, sehingga kedua korban meninggal dunia.

“Selanjutnya datang anak korban yang hendak menolong namun ikut menghirup gas yang berasal dari mesin pompa tersebut sehingga kedua orang tersebut meninggal di lokasi,” tuturnya.

Kepolisian Polsek Kanigoro bersama Tim identifikasi Polres Blitar melakukan olah TKP dan memeriksa jenasah korban.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Namun penyebab kematian kedua korban tidak diketahui secara pasti karena pihak keluarga tidak menghendaki prosedur autopsi.

"Jenazah korban kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.