Minggu, 21 Jun 2026 01:39 WIB

Omzet Perajin Kaligrafi di Tulungagung Naik 150 Persen Selama Ramadan

Komarudin saat menyelesaikan pesanan kaligrafi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Komarudin saat menyelesaikan pesanan kaligrafi. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bulan Suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi perajin kaligrafi di Kabuoaten Tulungagung. Salah satunya Komarudin, warga Desa Sumberejo kulon, Kecamatan Ngunut.

Omzet penjualan meningkat hingga 150 persen di banding hari biasa. Dibantu dengan istrinya, Komarudin mengerjakan pesanan kaligrafi berbagai ukuran. Komarudin mulai menggeluti usaha kaligrafi ini sejak tahun 1994 lalu.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Saat itu Komarudin banyak mendapat pesanan menulis kaligrafi untuk keperluan kelahiran anak hingga menyambut haji. Usaha kaligrafi ini mendapat sambutan luas. Atas permintaan pasar, Komarudin lalu mulai menggarap kaligrafi dengan model bordir dan silikon.

"Untuk model bordir dan silikon ini sudah sejak 2 tahun lalu karena permintaan pasar," ujarnya, Selasa (26/3/2024).

Dalam mengerjakan kaligrafi ini, Komarudin biasa menggunakan khot Tsuluts dan Naskhi. Diperlukan ketelatenan dan ketekunan untuk mengerjakan pesanan kaligrafi ini. Terutama yang berukuran besar seperti membuat replika kiswah Ka'bah.

Proses pengerjaan dilakukan dengan beberapa tahap, dimulai dengan pembuatan sketsa pada kain beludru menggunakan kapur tulis.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Selanjutnya, secara hati-hati lem silikon dilelehkan dan dilukiskan pada kain beludru sesuai sketsa. Lelehan lem yang mengeras dan membentuk kaligrafi kemudian dilakukan pewarnaan menggunakan kertas prada berwarna emas maupun silver.

Kaligrafi model silikon ini banyak diminati karena harganya relatif lebih terjangkau daripada berbahan bordir.

"Karya kaligrafi saya dijual mulai harga Rp75 juta sampai jutaan rupiah tergantung ukuran dan bahan," terangnya.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

Pada bulan Ramadan ini omzet produksinya mengalami peningkatan signifikan. Jika pada hari biasa hanya mengerjakan empat sampai lima kaligrafi berukuran besar, pada bulan suci ini order yang masuk mencapai lebih dari 10 unit. Kaligrafi yang paling banyak diminati adalah tulisan Ayat Kursi dan Ayat Seribu Dinar.

"Kalau untuk ayat 1.000 dinar, Ayat Kursi itu harganya sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 800 ribu. Itu untuk silikon. Kaligrafi bordir lebih mahal lagi, contohnya kiswah bordir, antara Rp10 juta sampai Rp48 juta, karena pengerjaannya lebih rumit," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.