Kamis, 18 Jun 2026 09:21 WIB

Ratusan Warga Sidoarjo Geruduk Rumah Penjual Miras, Ricuh karena Dilempar Uang

Ratusan orang RT 12 RW 04 Dusun Kedayon Sumput Sidoarjo mendemo penjual miras. (Foto: Bambang Supriyono for jatimnow.com)
Ratusan orang RT 12 RW 04 Dusun Kedayon Sumput Sidoarjo mendemo penjual miras. (Foto: Bambang Supriyono for jatimnow.com)

jatimnow.com - Penjual minuman keras (miras) di RT 12 RW 04 Kedayon Sumput Sidoarjo yang terjaring razia gabungan Satpol PP, TNI dan Polresta pada Jumat  (22/3/2024) lalu didemo warga, Minggu (24/3/2024) malam.

Kanit Pengamanan Tertutup (Pamtup) Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Bambang Supriyono menjelaskan kronologi terjadinya aksi demonstrasi warga.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Terjadi aksi unjuk rasa diikuti 100 orang warga RT 12 RW 04 Dusun Kedayon dengan korlap H. Abdul Latif selaku Ketua RW 04 Desa Sumput dan Bapak Munif Ketua RT 04 Desa Sumput dalam rangka memberi efek jera kepada saudara Rizki karena menjual miras di bulan Ramadan dan dinilai meresahkan warga masyarakat Dusun Kedayon," ucapnya.

Bambang melanjutkan pada pukul 21.05 WIB, massa warga RT 12 RW 04 Dusun Kedayon sambil membawa pamflet tiba di depan rumah Rizki bertuliskan berbagai macam tulisan seperti "Jare dekengane Polda kok panik rugi donk", "Basmi sampah mensen masyarakat", "Brantas penjualan miras di bumi Kedayon", "Mari selamatkan generasi muda dari pengaruh buruk miras dan Narkoba", "Jangan buat generasi muda Kedayon terjerumus kedalam kehancuran karena miras" juga "Perangi miras biang kerusakan".

"Pukul 21.20 WIB perwakilan pengunjuk rasa melakukan orasi yang intinya meminta kepada pengusaha miras yaitu Rizki untuk tidak menjual miras karena miras merusak generasi muda khususnya di Dusun Kedayon. Warga juga meminta aparat agar memberikan sanksi yang tegas kepada saudara Rizki karena merasa kebal hukum sehingga peringatan masyarakat Dusun Kedayon diabaikan, jadi masyarakat meminta agar diberi sanksi yang tegas," ujarnya.

Sementara itu pihak Polsekta Sidoarjo yang berada di TKP, Iptu Nurul Huda menegaskan apabila pelaku tetap menjual miras maka Polisi akan menindak tegas.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Rizki diundang ke Balai Desa Sumput untuk membuat surat pernyataan untuk tidak menjual miras. Masalah kasus ini mengenai penjual miras juga sudah ditangani oleh Polsekta Sidoarjo," ujar Nurul Huda.

Lebih lanjut ia memberikan pernyataan bahwa hari Rabu penjual miras akan disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Menurut pengakuan salah satu warga Kedayon, Imam mengatakan bahwa Rizki telah menjual miras selama bertahun-tahun namun hingga sekarang tidak ada sanksi tegas dari aparat penegak hukum.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

"Saat aksi malam ini warga meminta kepada orang tua Rizki membacakan surat pernyataan yang dibuat anaknya, ibunya malah melempar uang recean/logam ke pengunjuk rasa sehingga pengunjuk rasa merasa dilecehkan, warga bertindak kemudian  melempar batu kerikil ke rumah Rizki, untungnya dapat ditenangkan oleh aparat keamanan," tutupnya.

Keluarga Rizki kemudian dievakuasi ke Polsekta Sidoarjo dan pukul 23.07 WIB massa membubarkan diri selama secara aman.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.