Senin, 15 Jun 2026 12:21 WIB

USAID Bahas Toleransi dengan Pelajar SMPN 1 Taman Sidoarjo

Perwakilan United States Agency for International Development (USAID) dari Amerika Serikat (AS), Sarah Sladen saat berkunjung di Sekolah Toleransi SMPN 1 Taman Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Perwakilan United States Agency for International Development (USAID) dari Amerika Serikat (AS), Sarah Sladen saat berkunjung di Sekolah Toleransi SMPN 1 Taman Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - SMPN 1 Taman Sidoarjo menerima kunjungan perwakilan United States Agency for International Development (USAID) dari Amerika Serikat (AS), Sarah Sladen, pada Jumat (22/3/2024). Dalam kunjungan tersebut, Sarah Sladen mengungkapkan pihaknya mengapresiasi keberadaaan Sekolah Toleransi di Sidoarjo.

Ia juga menyambut upaya Komunitas BrangWetan yang memilih sasaran generasi muda, khususnya kalangan pelajar SMP untuk menumbuhkan toleransi antar pelajar. Alasannya, generasi muda merupakan usia yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, sehingga bibit-bibit intoleransi bisa saja tumbuh sejak masa-masa remaja, termasuk di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Mengenali berbagai masalah intoleransi yang terjadi di hampir seluruh bagian dunia, merupakan masalah umum yang kita hadapi bersama, tapi kita harus optimis dan percaya ke depannya, pembangunan secara ekonomi, dan sosial akan berjalan seiring kita membangun toleransi secara bersama-sama," ucap Sarah.

Sarah juga mengaku tertarik dengan sharing dari para pelajar tentang hal-hal yang sudah dilakukan, baik melalui seni, ataupun jurnalistik, karena toleransi itu bisa dipahami tidak hanya sebagai sikap saling menghormati, tapi ternyata lebih daripada itu.

Untuk membangun nilai toleransi dibutuhkan kerja sama dari segala pihak, khususnya di lingkungan sekolah, baik pendidik, pelajar, pemerintah sebagai pembuat keputusan, dan masyarakat.

"Itu sebabnya kami dari USA benar-benar berpikir untuk melibatkan anak muda untuk bekerja bersama sehingga bisa menetapkan sebuah prioritas dan mencapai skala yang lebih besar dan mencapai outcome yang lebih baik ke depannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Taman, Dra. Masroh Hidajati, M.Pd, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan dialog bahwa pihaknya menerima kemitraan dengan Brang Wetan mengenai seberapa jauh aksi nyata yang telah dilaksanakan di sekolah.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Ia turut mengapresiasi kedatangan pihak USAID yang mempunyai antusias tinggi terhadap sekolah toleransi SMPN 1 Taman Sidoarjo.

"Mereka sangat senang dan merasa bangga bahwa anak-anak seusia SMP ini sudah berani menyampaikan gagasan, ide-ide juga pendapatnya dan terlihat gembira mengikuti program sekolah toleransi di sini," ujarnya.

Hal tersebut karena dilibatkannya para murid sebagai Duta dan Satgas Toleransi dimana mereka dapat membantu teman yang lain ketika mengalami kesulitan adanya miskomunikasi dengan temannya.

"Mereka mempunyai ruang persahabatan, punya Kotak Harapan yang memuat saran dan harapan anak-anak ketika mereka mengalami intoleransi dari temannya sehingga ketika masuk ke Ruang Harapan menemukan solusi dari Duta dan Satgas Toleransi," tutur Masroh.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Ia berharap, SMPN 1 Taman sebagai sekolah toleransi terus berkomitmen sesuai dengan kebijakan pemerintah dengan mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo serta dapat sebagai masukan bagi kurikulum satuan pendidikan untuk terus ditindaklanjuti.

Sekedar informasi, SMPN 1 Taman sebagai salah satu dari 5 sekolah target program Komunitas BrangWetan bertema Cinta Budaya Cinta Tanah Air (CBCTA) II pada tahun 2022-2023, yang secara resmi ditetapkan sebagai Sekolah Toleransi pada tahun 2022, dan menerima pengakuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

SMPN 1 Taman telah menjadi role model untuk membentuk lingkungan toleransi, keragaman, dan inklusi di Sidoarjo.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.