Selasa, 16 Jun 2026 03:11 WIB

Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki

Petugas menunjukkan lokasi penemuan mayat bayi tanpa tangan dan kaki
Petugas menunjukkan lokasi penemuan mayat bayi tanpa tangan dan kaki

jatimnow.com - Proses penyelidikan terus dilakukan aparat kepolisian untuk mengungkap penemuan mayat bayi tanpa kedua kaki dan tangan di Banyuwangi. Sejumlah orang telah diperiksa.

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Priyono mengatakan, pihaknya bekerja untuk mengungkap pelaku tewasnya bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut. Hingga hari ini sudah 4 orang yang dimintai keterangan.

Baca juga: Polisi Temukan Bekas Sayatan pada Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Proses penyelidikan di lapangan masih terus dilakukan dan hingga hari ini sudah 4 orang diperiksa untuk mencari petunjuk baru," jelasnya kepada jatimnow.com, Selasa (11/9/2018).

Apakah ada petunjuk yang mengarah ke pelaku? Polisi masih enggan untuk membeberkan. Hanya saja, sejumlah penyelidik mulai kemarin hingga siang ini masih menyebar ke sejumlah titik untuk mengembangkan kasus tersebut.

Baca juga: Mayat Bayi Tanpa Tangan dan Kaki, Polisi: Diduga Ada Tindak Kekerasan

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

"Mohon dukungannya saja," pungkasnya.

Mayat bayi laki-laki ditemukan Slamet (50), di kolam lele miliknya pada Senin (10/9/2018) pukul 10.00 Wib kemarin. Awalnya, warga Dusun Pondokasem Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, itu mengira mayat bayi tersebut sebagai boneka.

Baca juga: Polisi Buru Orangtua Bayi Tewas Tanpa Tangan dan Kaki di Banyuwangi

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Saya kira boneka, ternyata mayat bayi," ujarnya.

Dari hasil sementara autopsi diketahui ada bekas sayatan pada bekas kedua tangan dan kaki bayi tersebut. Tulang terpotong dengan rapi seperti tersayat benda tajam.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.