Senin, 22 Jun 2026 19:25 WIB

Mengenal Candi Jabung, Peninggalan Kerajaan Majapahit di Probolinggo

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 18 Mar 2024 16:27 WIB
Candi Jabung di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Haryo Agus/jatimnow.com)
Candi Jabung di Kabupaten Probolinggo. (Foto: Haryo Agus/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain terkenal dengan wisata alam yang memukau, Kabupaten Probolinggo juga memiliki tempat wisata sejarah. Yaitu Candi Jabung, salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit.

Candi Jabung terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, atau sekitar 5 kilometer arah timur dari Kraksaan.

Baca Juga: Polusi Asap PT KTI Resahkan Warga Kelurahan Mayangan Probolinggo

Candi yang terletak di lahan 35x40 meter ini terlihat kokoh, meski sudah berdiri ratusan tahun. Secara rinci, ukuran candi Jabung adalah panjang 13,13 meter, lebar 9,60 meter dan tinggi 15,58 meter yang dibangun dengan bahan batu bata merah.

Melansir laman resmi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, disebutkan dalam Kitab Nagarakertagama, Candi Jabung ditulis dengan nama Bajrajinaparamitapura.

Berdasarkan enkripsi di gawang pintu masuk Candi Jabung, disebutkan candi tersebut dibangun sekitar tahun 1276 saka atau sekitar 1354 masehi.

Diketahui, pada tahun 1354 masehi merupakan masa pemerintahan Kerajaan Majapahit era kepemimpinan Hayam Wuruk.

Dalam Kitab Nagarakertagama disebutkan, bahwa pada tahun 1359, Hayam Wuruk pernah mengunjungi Candi Jabung dalam lawatannya keliling Jawa Timur.

Baca Juga: Monitoring Dua SPPG, Ini Kata Satgas MBG Probolinggo

Jika dalam Kitab Pararaton, Candi Jabung disebut juga sebagai Sajabung, atau tempat pemakaman Bhre Gundal yang merupakan salah seorang keluarga raja.

Candi Jabung kini menjadi salah satu tempat wisata sejarah di Kabupaten Probolinggo. Banyak masyarakat dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum yang mengunjungi Candi Jabung untuk sekadar melihat keindahan candi atau belajar sejarah.

Salah satunya Wulan, pelajar asal kraksaan yang penasaran akan asal-usul Candi Jabung. Selain itu, menurutnya Candi Jabung merupakan lokasi yang Instagramable.

"Saya penasaran sama Candi Jabung. Hitung-hitung belajar sejarah. Selain itu lokasinya sangat cocok buat foto-foto. Kebetulan saya sedang hobi fotografi," kata Wulan, Senin (18/3/2024).

Baca Juga: Tekan Curanmor, Polres Probolinggo Kota Perketat Pengawasan Pasar Onderdil Bekas

Jika ingin memasuki Candi Jabung, tidak ada tiket masuk atau gratis. Tak ayal, Candi Jabung menjadi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Tak hanya itu, Candi Jabung juga sering dipakai dalam berbagai acara keagamaan. Salah satunya perayaan hari raya Waisak tahun 2021 yang diadakan oleh Majelis Buddhayana Indonesia Jawa Timur.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.