Kamis, 11 Jun 2026 20:43 WIB

9 Remaja Diamankan Polrestabes Surabaya karena Balap Liar

9 bocil saat diamankan Satpol PP usai Balap Liar (foto: Satpol PP for jatimnow.com)
9 bocil saat diamankan Satpol PP usai Balap Liar (foto: Satpol PP for jatimnow.com)

jatimnow.com - Kedapatan menggelar balap liar sepeda angin saat Ramadan, 9 remaja diamankan Tim Respon Cepat Tindak (Respatti) Patroli Perintis Presisi Satsamapta Polrestabes Surabaya, Sabtu (16/3/2024) dini hari.

Kesembilan remaja tersebut kemudian diserahkan kepada Satpol PP Kota Surabaya guna menjalani pembinaan. Mereka diamankan saat kedapatan bergerombol di Jalan Mayjend Sungkono Surabaya.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

"Dini hari kami dapat 9 anak hasil dari jangkauan Tim Respatti Polrestabes Surabaya, dimana anak-anak ini sedang melakukan balap liar sepeda angin. Setelah diamankan Tim Respatti, mereka diserahterimakan ke pihak kami (Satpol PP),” kata Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, Sabtu (16/3/2024).

Fikser menambahkan, pihaknya bersama Polrestabes Surabaya akan terus berkolaborasi demi menjaga keamanan serta kenyamanan warga Surabaya.

"Untuk operasi malam hari ini merupakan operasi rutin, yang dilakukan oleh Satpol PP Surabaya bersama pihak kepolisian. Ini bentuk upaya kami dalam menjaga ketentraman masyarakat dan gangguan ketertiban umum,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Satpol PP Surabaya secara masif menggelar patroli rutin, yakni Operasi Asuhan Rembulan yang dilakukan pukul 23.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya perang sarung, tawuran antar remaja, ataupun balap liar saat malam hari.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Fokusnya pada aktivitas anak-anak di malam hari, mereka bergerombol dan bisa melakukan tindakan yang merugikan. Seperti balap sepeda, tawuran, bahkan biasanya di bulan Suci Ramadhan ini trennya perang sarung,” ujarnya.

Patroli ini dilakukan dengan cara menyisir ke daerah-daerah yang berpotensi digunakan sebagai lokasi tawuran atau balap liar. Apabila dalam patroli Asuhan Rembulan ditemukan anak yang terindikasi akan melakukan kegiatan negatif, tentunya Satpol PP Surabaya tak segan untuk melakukan penindakan.

"Kami akan amankan mereka ke kantor Satpol PP untuk mendapatkan edukasi dan pembinaan, selanjutnya kami akan panggil orang tua mereka,” tegasnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Fikser meminta peran serta masyarakat dan orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak, yaitu setiap malam pada pukul 22.00 WIB mereka dipastikan sudah berada di rumah.

"Apabila masyarakat menemukan anak-anak yang bergerombol atau melakukan kegiatan negatif bisa menghubungi kami di 112, kami akan segera tindaklanjuti,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.