Rabu, 17 Jun 2026 12:31 WIB

Remaja di Kota Malang Terancam Disel, Hendak Perang Sarung Bawa Golok dan Besi

  • Penulis : Gerhana
  • | Sabtu, 16 Mar 2024 17:26 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti sajam yang dibawa remaja RE. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Polisi menunjukkan barang bukti sajam yang dibawa remaja RE. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang remaja berinisial RE (17) kedapatan membawa senjata tajam (sajam) berupa golok dan besi ketika hendak perang sarung.

Polisi juga menindaklanjuti proses hukum dari RE, dengan jeratan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI Nomor 12 tahun 1951, ancaman pidana penjara 1 tahun 4 bulan.

Baca Juga: Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang, Nilai Investasi Capai Rp800 Miliar

"Yang tersangkut hukum hanya RE, karena mengakui bahwa senjata yang dibawanya telah dipersiapkan dari rumahnya, kemudian dimasukkan ke dalam jok milik RE," kata Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anton Widodo, Sabtu (16/3/2024).

Kompol Anton mengatakan, peristiwa perang sarung terjadi di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada Rabu (13/3/2024) malam.

Dijelaskannya, awalnya RE menerima curhatan dari temannya berinisial G pada Senin  (11/3/2024) karena telah dibully oleh P gara-gara kalah bermain video game FF.

Selanjutnya, pada Selasa (12/3/2024) RE menemui P untuk mengkonfirmasi kebenaran terkait temannya G telah dibully. Kemudian, P mengadukan hal itu ke L, dan L menemui RE untuk menantang melakukan perang sarung.

"Disepakati perang sarung akan dilakukan pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 20.00 WIB di sekitar area futsal Widyagama," katanya.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Masing-masing kelompok saling berkumpul di Balai RW 03, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru.

Namun, RE yang melihat lawan-lawannya berbadan besar sehingga memutuskan untuk pulang mengambil golok dan besi-besi yang dililitkan di sarungnya.

Selanjutnya, RE mengajak rekan-rekannya untuk ke lokasi yang telah ditentukan.

Baca Juga: Lewati Jalur Ilegal, Pendaki Gunung Semeru Dilaporkan Jatuh ke Jurang

"Ketika mau perang sarung, warga di sekitar lokasi tahu, akhirnya dilerai," katanya.

Kedua kelompok memutuskan untuk kembali ke Balai RW 03 untuk merencanakan lokasi perang sarung lainnya. Kemudian, warga juga mengetahui keberadaan mereka di Balai RW 03 dan melapor ke kepolisian.

Tidak ada korban luka dan jiwa dalam kejadian ini. Polisi mengidentifikasi sejumlah 12 anak yang hendak perang sarung. Mereka dilakukan pembinaan dengan dari tokoh agama dan masyarakat.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.