Rabu, 17 Jun 2026 14:51 WIB

Kisah Martinus, Mualaf asal Tulungagung Latihan Puasa Sebelum Ramadan

Martinus Ongkowijoyo, mualaf asal Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Martinus Ongkowijoyo, mualaf asal Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ramadan tahun ini menjadi hal baru bagi Martinus Ongkowijoyo (29), warga Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Mualaf ini mengaku merasa tenang dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini. Bahkan Martinus mengaku sudah menyiapkan diri dengan berlatih puasa sebelum masuk bulan suci ini.

Terlahir di keluarga heterogen membuat Martinus tidak asing dengan bulan Ramadan. Bedanya, dulu Martinus hanya sekadar merasakan Ramadan saja namun kali ini pria 1 anak tersebut menjalankan ibadah dengan total.

Baca Juga: Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital

"Ayah saya Katolik dan ibu saya dulu muslim, agama Islam sendiri tidak asing bagi saya karena sejak kecil saya biasa ikut-ikut salat Jumat," ujar Martinus, Jumat (15/3/2024).

Sejak kecil Martinus akrab dengan pendidikan kristen. Pada tahun 2008 saat duduk di bangku SMP, Martinus dibaptis dan mulai aktif beribadah ke gereja. Namun ada kejadian kurang mengenakkan yang membuat Martinus mulai jarang mengikuti kegiatan gereja.

"Sejak saat itu saya hanya sekadarnya saja ke gereja," tuturnya.

Baca Juga: Cerita Uung Victoria Finky Arungi Laut 14 Jam demi Ibu Menyusui

Perkenalannya dengan agama Islam dimulai kembali pada tahun 2022. Saat itu Martinus dalam kondisi terpuruk. Martinus lalu bertemu dengan seorang temannya dan mengajaknya ke salah satu kiai. Martinus semakin belajar tentang Islam. Kondisi lingkungan kerjanya juga mendukung untuk membantu mengenal Islam lebih jauh.

"Dari hasil membaca dan belajar memang kesempurnaan itu ada dalam Islam," akunya.

Puncaknya Martinus membaca kalimat syahadat pada bulan Oktober 2023 lalu. Martinus beruntung keluarga terdekat menerima pilihan ini. Sebagai keluarga heterogen mereka sangat terbiasa dengan toleransi. Istrinya juga berencana mengikuti jejaknya masuk agama Islam.

Baca Juga: Kisah Cessil, Perempuan Surabaya Menafsir Kartini Masa Kini

Martinus juga mendapat nama muslim dari pemilik tempat bekerjanya, yakni Umar Hidayat. Namun karena beberapa alasan Martinus enggan mengubah nama aslinya.

"Berkaitan dengan ijazah dan lain pasti ribet nanti mengurusnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.