Jumat, 19 Jun 2026 07:45 WIB

Korban Rumah Roboh Ponorogo Mengungsi ke Tenda, Tak Lagi di Kandang Kambing

Tenda darurat didirikan BPBD untuk keluarga Jemono, korban rumah roboh. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Tenda darurat didirikan BPBD untuk keluarga Jemono, korban rumah roboh. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Keluarga Jemono di Ponorogo mengalami musibah ketika hujan pada Sabtu (9/3/2024) menyebabkan rumah semi permanen mereka roboh.

Tempat tinggal satu-satunya itu ambruk, dan keluarga tersebut bahkan sempat tinggal di kandang kambing, sebelum Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo mendirikan tenda darurat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Tenda yang didirikan oleh Dinsos P3A berukuran 3x4 meter, berdiri di lahan rumah yang roboh. Meskipun bersifat darurat, tenda ini memberikan tempat yang layak bagi keluarga Jemono.

Meski mereka masih harus mengungsi ke rumah tetangga atau masjid terdekat saat hujan deras, tenda ini memberikan perlindungan sementara.

Mistri, istri Jemono, menyampaikan bahwa kehidupan mereka sebelumnya pas-pasan, dengan suami yang bekerja serabutan dan kepemilikan kambing yang hanya memberikan upah sedikit.

“Ya, suami itu kerja yang bisa dikerjakan. Serabutan lah,” ungkap Mistri, Selasa (12/3/2023),

Kejadian rumah roboh menjadi kejutan bagi keluarga ini, dan mereka harus mengungsi di kandang kambing sebelum mendapatkan tenda dari Dinsos P3A.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

“Waktu malam itu suaranya mak grojok! Lalu pindah ke masjid. Tapi anak saya ndak betah akhirnya minta balik dan tidur di kandang kambing,” tegasnya.

Kepala Dinsos P3A, Supriadi, menyatakan bahwa pihaknya telah bertindak cepat setelah mendapat kabar tentang kejadian ini. Mereka memberikan bantuan tenda dan sembako yang cukup untuk 5 hari.

Bantuan lain seperti JKN KIS (BPJS Kesehatan).

“PKH, dan BPNT sedang dalam proses asesmen,” paparnya.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Supriadi menegaskan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan desa, Baznas, dan Kementerian Sosial untuk membantu membangun kembali rumah Jemono.

 “Selain itu, bantuan kewirausahaan juga akan diberikan agar keluarga ini dapat mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.