Sabtu, 13 Jun 2026 02:07 WIB

Lamongan Alami Tahun Tanpa Banjir, Benarkah?

Banjir luapan sungai Bengawan Jero di Kecamatan Glagah, Lamongan, pada Februari tahun 2023 lalu (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Banjir luapan sungai Bengawan Jero di Kecamatan Glagah, Lamongan, pada Februari tahun 2023 lalu (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seiring menurunnya intensitas hujan pada awal bulan Maret ini, bencana banjir di Kabupaten Lamongan kemungkinan besar bakal tidak terjadi.

Bencana yang sering kali disebabkan oleh meluapnya sungai Bengawan Jero itu tahun ini tidak terjadi di Kota Soto.

Baca Juga: Berkali Ganti Bupati, Warga Karang Mluwo Jember Masih Dihantui Banjir

Kejadian ini jarang terjadi, kendati Kabupaten Lamongan merupakan daerah langganan banjir setiap tahunnya.

Berdasarkan catatan tahun-tahun sebelumnya, musim banjir di Lamongan biasanya datang pada Bulan Desember hingga Maret, banjir Bengawan Jero merendam 6 kecamatan, yakni Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, Deket, Karanggeneng.

Faktanya, tahun ini banjir luapan Sungai Bengawan Jero tidak terjadi. Hanya saja, tanggul jebol di Kali Plalangan, pada Februari lalu, sempat menggenangi pemukiman dan lahan pertanian, namun waktu itu tak berlangsung lama.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menanggapi, tahun ini pihaknya konsen pada penanganan banjir, yang juga akan melibatkan pemerintah pusat dan Pemprov Jatim.

"Penanganan banjir kita lakukan secara koordinatif, kemarin kita tangani dengan berbagi tugas pemerintah pusat, dalam hal ini BBWS, kemudian juga Pemprov kemarin. Pintu air koro sudah diresmikan dan kita yakin akan berjalan optimal saat membuang air ketika banjir itu datang," kata Bupati, Jumat (8/3/2024).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Selanjutnya, kata Bupati Yes, pihaknya juga telah membangun pintu air Melik yang memiliki fungi ganda, yakni membantu saat musim hujan maupun kemarau.

"Akan kita lanjutkan sampai tahun ini sampai nanti daerah irigasi di pintu Melik bisa berfungsi dengan maksimal,"lanjutnya.

Selain itu, upaya lain yakni membuat embung-embung, juga kolam retensi untuk penanganan banjir kota.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

"Semua kita lakukan untuk mengatasi banjir di wilayah kota dan Bengawan Jero karena itu menjadi isu tahunan kita," urainya

Sementara itu, Kabid Operasi dan Pemeliharaan, Saiku Rohman mengatakan, berdasarkan info BMKG curah hujan pada awal Maret menurun. Prediksi tahun tanpa banjir, kata Saiku, juga diperkuat dengan evelansi ketinggian air di Kali Blawi yang ada di Kecamatan Karangbinangun.

"Elevansinya -11 atau di bawah siaga hijau, Kali Blawi kita jadikan sebagai patokan karena di sana titik terendah dari aliran sungai Bengawan Jero," bebernya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.