Jumat, 19 Jun 2026 09:34 WIB

Mas Pj Ali Kuncoro Apresiasi Warga Mojokerto Lestarikan Nyadran Jelang Ramadan

  • Penulis :
  • | Senin, 04 Mar 2024 13:17 WIB
Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro potong tumpeng ageng tradisi nyadran di Lingkungan Kemasan. (Foto: Humas Pemkot Mojokerto)
Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro potong tumpeng ageng tradisi nyadran di Lingkungan Kemasan. (Foto: Humas Pemkot Mojokerto)

jatimnow.com - Menyambut kedatangan bulan suci Ramadan, tradisi nyadran masih dilakukan masyarakat Kota mojokerto. Sebagai bentuk ungkapan syukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan, serta mendoakan para leluhur.

Nyadran merupakan tradisi yang tercipta dari proses akulturasi antara budaya Jawa dengan budaya Islam. Selain untuk menghormati leluhur, nyadran selalu dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan tradisi tersebut secara turun-temurun.

Baca Juga: Esensi Silaturrahmi, Melampaui Ego demi Keberkahan Hidup

"Tradisi nyadran merupakan kegiatan yang baik dan positif. Karena dalam budaya Jawa, nyadran ini sebagai wujud dalam menghormati leluhur, memelihara lingkungan, serta bentuk syukur," tutur Penjabat (Pj.) Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro dalam siaran pers, Minggu (3/3/2024).

Sosok yang akrab disapa Mas Pj ini juga mengapresiasi masyarakat yang masih merawat tradisi warisan nenek moyang tersebut. Karena di dalam kegiatan nyadran juga turut mengajak warga untuk saling bersedekah.

Nyadran juga dijadikan sebagai sarana melestarikan budaya gotong royong sekaligus upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama).

Baca Juga: Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim

"Seluruh masyarakat berbagi melalui tumpengan bareng dan makan bareng. Yakinlah, apa yang kita bagi pasti akan kembali berlipat-lipat," imbuhnya.

Prosesi nyadran diawali dengan arak–arakan tumpeng ageng sebagai simbol gotong royong dan keharmonisan. Warga juga turut membawa asahan yang berisi berbagai makanan olahan, hasil bumi, serta serabi sebagai jajanan khas.

Diiringi pawai budaya, tumpeng diarak dari jalan kampung menuju area makam sesepuh setempat. Dilanjutkan dengan memanjatkan doa bersama.

Baca Juga: AKPI Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

Warga kemudian saling berebut untuk mengambil makanan yang ada di tumpeng ageng dan melakukan purakan atau makan bersama-sama di area makam.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.