Sabtu, 06 Jun 2026 08:59 WIB

Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim

Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Bulan Syawal menjadi fase ujian sesungguhnya bagi setiap Muslim untuk membuktikan apakah ritme ibadah selama Ramadan tetap terjaga atau justru meredup.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga momentum tersebut adalah dengan menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal.

Baca Juga: Dimanakah Ibukota Indonesia yang Sebenarnya?

Amalan sunnah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol bahwa seseorang belum rela berpisah dengan suasana spiritual yang telah dibangun selama sebulan penuh.

Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, menjelaskan bahwa Syawal merupakan ruang pembuktian terhadap kualitas diri.

Menurutnya, keimanan seseorang sedang diuji apakah hanya menyala sesaat di bulan suci atau tetap bersinar dalam konsistensi amal yang berkelanjutan.

"Puasa Syawal menjadi tanda bahwa hati kita masih terikat dengan suasana ibadah. Ini bukti bahwa Ramadan tidak berlalu sia-sia, melainkan meninggalkan jejak kebaikan yang terus hidup dalam keseharian," ujar Ulul Albab.

Secara teologis, landasan amalan ini merujuk pada hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa siapa saja yang menuntaskan puasa Ramadan lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

Baca Juga: Harga Tiket Umrah Meroket, AMPHURI Desak Pemerintah Turun Tangan

Dilihat dari sisi spiritual, puasa ini berfungsi sebagai penyempurna. Sebagaimana shalat sunnah rawatib yang melengkapi shalat fardu, puasa Syawal menutup celah atau kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan kewajiban di bulan Ramadan.

Pelaksanaan ibadah ini sejatinya dirancang fleksibel agar masyarakat tidak merasa terbebani oleh aturan teknis yang kaku.

Umat Islam memiliki keleluasaan untuk memilih satu dari dua metode yang paling sesuai dengan kemampuan mereka.

Pertama, puasa ini bisa dilakukan secara berturut-turut selama enam hari mulai tanggal 2 Syawal atau tepat setelah hari raya Idulfitri.

Baca Juga: Ada Apa dengan Film Pesta Babi?

Namun, bagi yang memiliki keterbatasan, ibadah ini tetap sah meski dikerjakan secara terpisah atau selang-seling, asalkan seluruh rangkaian enam hari tersebut tuntas dalam lingkup bulan Syawal.

Kelenturan ini diberikan agar umat Islam bisa menyambut Syawal dengan amal terbaik tanpa merasa terpaksa. Fokus utamanya adalah membangun jembatan menuju sikap istiqamah atau konsisten sepanjang tahun.

"Jangan biarkan semangat itu meredup. Enam hari yang insyaallah ringan ini bisa menjadi sarana agar kita tidak hanya beribadah karena waktu, tapi karena cinta yang tulus kepada Allah," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.