Rabu, 22 Jul 2026 03:56 WIB

Setara Puasa Setahun, Ini Panduan Amalan Syawal Versi Ketua ICMI Jatim

Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab. (Foto/Dokumentasi Pribadi)
Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab. (Foto/Dokumentasi Pribadi)

jatimnow.com - Bulan Syawal menjadi fase ujian sesungguhnya bagi setiap Muslim untuk membuktikan apakah ritme ibadah selama Ramadan tetap terjaga atau justru meredup.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga momentum tersebut adalah dengan menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal.

Baca Juga: Ustazah AI TikTok Viral, ICMI Jatim Buka Suara

Amalan sunnah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol bahwa seseorang belum rela berpisah dengan suasana spiritual yang telah dibangun selama sebulan penuh.

Ketua ICMI Jawa Timur, Ulul Albab, menjelaskan bahwa Syawal merupakan ruang pembuktian terhadap kualitas diri.

Menurutnya, keimanan seseorang sedang diuji apakah hanya menyala sesaat di bulan suci atau tetap bersinar dalam konsistensi amal yang berkelanjutan.

"Puasa Syawal menjadi tanda bahwa hati kita masih terikat dengan suasana ibadah. Ini bukti bahwa Ramadan tidak berlalu sia-sia, melainkan meninggalkan jejak kebaikan yang terus hidup dalam keseharian," ujar Ulul Albab.

Secara teologis, landasan amalan ini merujuk pada hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW mengabarkan bahwa siapa saja yang menuntaskan puasa Ramadan lalu menyambungnya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

Baca Juga: Jangan Biarkan Kasus MBG Tenggelam

Dilihat dari sisi spiritual, puasa ini berfungsi sebagai penyempurna. Sebagaimana shalat sunnah rawatib yang melengkapi shalat fardu, puasa Syawal menutup celah atau kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan kewajiban di bulan Ramadan.

Pelaksanaan ibadah ini sejatinya dirancang fleksibel agar masyarakat tidak merasa terbebani oleh aturan teknis yang kaku.

Umat Islam memiliki keleluasaan untuk memilih satu dari dua metode yang paling sesuai dengan kemampuan mereka.

Pertama, puasa ini bisa dilakukan secara berturut-turut selama enam hari mulai tanggal 2 Syawal atau tepat setelah hari raya Idulfitri.

Baca Juga: MBG, Korupsi dan Kegagalan Tata Kelola Kebijakan

Namun, bagi yang memiliki keterbatasan, ibadah ini tetap sah meski dikerjakan secara terpisah atau selang-seling, asalkan seluruh rangkaian enam hari tersebut tuntas dalam lingkup bulan Syawal.

Kelenturan ini diberikan agar umat Islam bisa menyambut Syawal dengan amal terbaik tanpa merasa terpaksa. Fokus utamanya adalah membangun jembatan menuju sikap istiqamah atau konsisten sepanjang tahun.

"Jangan biarkan semangat itu meredup. Enam hari yang insyaallah ringan ini bisa menjadi sarana agar kita tidak hanya beribadah karena waktu, tapi karena cinta yang tulus kepada Allah," pungkasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.