Minggu, 21 Jun 2026 04:47 WIB

DLHK Sidoarjo Ambil Alih Tata Kelola Sampah yang Menggunung di Purabaya

Tumpukan sampah di terminal Purabaya Bungurasih. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Tumpukan sampah di terminal Purabaya Bungurasih. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLHK) Sidoarjo akan mengambil alih pengolahan sampah Terminal Purabaya. Hal ini agar tidak terjadi tumpukan sampah menggunung di lokasi tersebut.

Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig menyampaikan, rencana tersebut dilakukan karena pihaknya berkali-kali membersihkan tumpukan sampah di belakang Terminal Purabaya.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Seringkali pengelolaannya bermasalah, berulang kali dibersihkan, jadi harus ditata ulang. Kita lihat manajemennya yang belum kuat," kata Bahrul, ketika dikonfirmasi melalui telepon, Kamis (29/2/2024).

DLHK Sidoarjo sendiri dalam kurun waktu 2023 - 2024, telah 3 kali membersihkan tumpukan sampah menggunung di kawasan Terminal Purabaya, Desa Bungurasih, Waru, Sidoarjo.

"Saya sudah diskusi dengan Pak Badik. Beliau Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purabaya, kalau terus seperti ini sampai kapan?" tegasnya.

Lebih lanjut Bahrul mengungkapkan, penumpukan sampah tersebut diduga karena banyaknya pihak yang membuang sampah di sana, mulai dari penumpang hingga masyarakat sekitar lokasi.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Variabelnya cukup kompleks. Sampah bukan hanya dari terminal, tapi juga warga, ini jadi persoalan tersendiri. Kalau dari terminal sendiri, pasti lebih gampang," ucapnya.

DLHK Sidoarjo kemudian mengajukan bantuan terkait sistem pengelolaan sampah.Hal ini karena, menurutnya, pihak Terminal Purabaya masih belum memiliki pengalaman dalam bidang yang terkait.

"Sekarang teman-teman tetap kita siagakan, tapi administrasinya jangan sampai salah. Pemangku utamanya, terminal agar bersurat ke kita (DLHK) membutuhkan bantuan, saya masih menunggu ini," ujar dia.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Bahrul berharap, masyarakat sekitar Terminal Purabaya ikut andil dalam rencana ini. Salah satunya, dengan memberikan iuran yang nantinya dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah.

"Kita menghitung, setiap bulan, satu keluarga menghasilkan sekitar 70 kilogram sampah. Kita merasionalkan, agar pelayananya baik. Untuk iuran antara Rp25 ribu sampai Rp35 ribu, per keluarga per bulan," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.