Kamis, 18 Jun 2026 06:35 WIB

Partisipasi Pemilih Pemilu 2024 di Trenggalek Capai 81,94 Persen

Warga di Trenggalek saat mengggunakan hak pilihnya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Warga di Trenggalek saat mengggunakan hak pilihnya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024 di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya. Terdapat tiga kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang masuk dalam data pemilih terbanyak pada Pemilu 2024.

Komisioner KPU Trenggalek, Nurani mengatakan, berdasarkan data partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 ada kenaikan jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. Pada Pemilu 2024 partisipasi pemilih mencapai 81,94 persen. Sedangkan pada Pemilu 2019 partisipasi pemilih diangka 80,38 persen.

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

"Ada kenaikan, meski angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 tidak signifikan. Kenaikan hanya berkisar 1,56 persen saja,” ujarnya, Rabu (28/02/2024).

Nurani menjelaskan, ada tiga kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang masuk dalam kategori partisipasi pemilih terbanyak pada Pemilu 2024. Yakni Kecamatan Munjungan, Bendungan dan Gandusari.

“Angka partisipasi pemilih di Kecamatan Munjungan mencapai 84,60 persen, Kecamatan Gandusari mencapai 84,58 persen dan Kecamatan Bendungan mencapai 84 persen,” paparnya.

Baca Juga: Bawaslu Jatim Luncurkan "Buku Sekali Berarti Sesudah itu Abadi"

Selain itu, ada wilayah yang masuk dalam kategori partisipasi pemilih terendah di Kabupaten Trenggalek. Wilayah tersebut berada di Kecamatan Dongko. Adapun angkanya tidak sampai menyentuh 80 persen.

"Ini yang paling rendah partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 berada di Kecamatan Dongko. Adapun angka partisipasinya hanya 78 persen,” ungkapnya.

Baca Juga: Hasil Rekapitulasi Pilkada Trenggalek: Kotak Kosong Raih 67.131 Suara

Sedangkan untuk 18,06 persen masyarakat di Trenggalek tidak menyalurkan haknya pada Pemilu 2024. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat tidak berpartisipasi pada Pemilu 2024, mulai dari pekerjaan hingga kepentingan ideologis.

“Jadi ada beberapa alasan masyarakat yang tidak mau menyoblos. Seperti lebih pilih pekerjaan, permasalahan teknis administrasi pemilih dan kendala ideologis. Dimana kendala ideologis ini adalah orang yang menganggap ada atau tidaknya Pemilu tidak akan merubah nasib seseroang,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.