Jumat, 19 Jun 2026 11:24 WIB

Ibu Korban Syok Saksikan Rekonstruksi Pembunuhan Kopi Sianida di Pacitan

Saksikan rekonstruksi, ibu korban (jilbab coklat) menahan amarah. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Saksikan rekonstruksi, ibu korban (jilbab coklat) menahan amarah. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Rekonstruksi kasus kopi sianida menjadikan Sukatmini, ibu korban MR kembali terpukul. Sukatmini, syok saat menyaksikan Ayuk Findi Antika meracuni anak semata wayangnya, MR (14), dengan kopi berisi sianida.

Kejadian ini membawa ingatan Sukatmini kembali pada kenangan pahit 5 Januari 2024, saat putranya tewas akibat perbuatan tetangga sendiri.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Sukatmini menahan tangis saat menyaksikan reka adegan pada 28 Februari 2024. Ia mengungkapkan keinginannya untuk marah, tetapi ia tahan emosi selama proses tersebut.

"Saya ingin marah tetapi ndak boleh. Saya tahan waktu reka adegan ini," ujar Sukatmini.

Ia menegaskan harapannya agar Ayuk, tersangka berusia 26 tahun, dihukum mati sebagai bentuk keadilan.

"Saya ingin tersangka dihukum mati. Mungkin dengan dihukum mati setimpal apa yang saya rasakan kehilangan anak. Sehingga Ayuk juga merasakan," tegas dia.

Meskipun diwanti-wanti untuk tidak marah selama reka adegan, Sukatmini berharap dapat melampiaskan emosinya di pengadilan.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Saya ndak mau memaafkan untuk Ayuk. Pokoknya untuk Ayuk tiada maaf," pungkasnya.

Reka adegan itu dilakukan di rumah korban, Desa Sudimoro, Kabupaten Pacitan, tempat kejadian sebenarnya. Ayuk, yang datang mengenakan baju tahanan berwarna biru dan wajah ditutupi sebagian, memperagakan 28 adegan selama kurang lebih 1 jam.

Kronologi kejadian bermula dari kecurigaan atas kematian MR yang terjadi setelah meminum kopi buatan ayahnya pada 5 Januari 2024. Kopi itu ternyata telah diberi racun oleh pelaku Ayuk.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Pihak Satreskrim Polres Pacitan memutuskan untuk membongkar pemakaman MR setelah mendapatkan laporan kejadian janggal.

Setelah hasil laboratorium forensik menunjukkan bahwa MR meninggal akibat keracunan sianida, Ayuk diidentifikasi sebagai pelaku. Motifnya terungkap sebagai upaya menghambat laporan pencurian di rumah korban. Pencurian tersebut dilaporkan oleh orang tua MR pada 4 Januari 2024.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.