Jumat, 19 Jun 2026 10:59 WIB

20 Hektare Kebun Melon di Krembung Sidoarjo Gagal Panen, Omzet Anjlok 70 Persen

Lebih dari 20 hektare kebun melon di Desa Keper Krembung Sidoarjo terendam air. Banyak melon yang tak bisa dipanen. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Lebih dari 20 hektare kebun melon di Desa Keper Krembung Sidoarjo terendam air. Banyak melon yang tak bisa dipanen. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hujan deras mengakibatkan sungai tak mampu menampung debit air. Imbasnya, lebih dari 20 hektare kebun melon di Desa Keper, Krembung Sidoarjo, gagal panen karena terendam air.

Abdul Fatah, petani melon mengatakan melon yang dihasilkan dan siap panen pada awal Maret membusuk.

Baca Juga: Ratusan Hektare Lahan Padi dan Jagung di Jember Diserang Hama Tikus

"Untuk mengurangi kerugian petani ya terpaksa memanen awal dan menjualnya secara langsung kepada warga dengan harga lebih murah," ucapnya kepada jatimnow.com, Minggu (25/2/2024).

Para petani mengaku tergenangnya kebun melon baru terjadi kali ini. Diduga karena sungai yang tak jauh dari kebun mengalami pendangkalan hingga tak mampu lagi menampung debit air.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Tergenang air sudah satu minggu sebelumnya 4 hari jadi sudah 11 hari. Semua melon diangkat semua ini sekarang, yang masak juga yang  belum masak pohon, terpaksa diangkat, nanti dikasih obat kuning, keadaan sekarang minimal Rp180 juta kotornya Rp200 juta belum ongkos yang manggul melonnya," terangnya.

Sementara itu, salah satu pemilik kebun melon, Mella Rosa mengungkapkan bahwa kerugian yang dideritanya mencapai 70 persen.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Air sungai meluap hujan tidak berhenti, jadi banjir,  kalau kerugian ini udah 70 persen. Ya gimana yah, buah yang masih selamat diangkat ditali ke atas, dipanen awal juga," tuturnya.

Akibat kejadian ini para petani mengaku hanya dapat pasrah menunggu air genangan surut, dengan dibanti oleh pompa air untuk membuang air genangan ke tempat lain.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.