Rabu, 17 Jun 2026 18:16 WIB

Jumlah Petugas Pemilu yang Sakit di Tulungagung Turun Dibanding 2019

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rohmat. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Kasil Rohmat. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 3 petugas Pemilu di Kabupaten Tulungagung masih menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan. Pihak Dinas Kesehatan setempat terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka.

Dari hasil pendataan jumlah petugas Pemilu yang mengalami gangguan kesehatan jauh menurun dibanding Pemilu 2019 lalu.

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

Kepala Dinkes Tulungagung, dr Kasil Rokhmat mengatakan total sampai sekarang yang mengalami sakit ada 47 orang. Sementara tercatat yang meninggal dunia ada 2, yaitu satu saksi dan satu Linmas.

"Masih ada yang rawat inap 3 orang. Lainnya sudah diperbolehkan pulang, nanti ada event terakhir (Pilkada) di kabupaten mudah-mudahan aman," ujarnya, Sabtu (24/02/2024).

Disinggung evaluasi dari sisi kesehatan, dr Kasil mengaku meski banyak yang sakit masih lebih membaik dari Pemilu 2019 silam. Hal itu karena anggota penyelenggara sebelumnya ada skrining kesehatan untuk yang risiko sakit atau memiliki riwayat penyakit untuk diobati.

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Temukan Makanan Kedaluwarsa dalam Parsel Lebaran

"Sehingga jumlahhya jauh menurun dari Pemilu 2019. ini secara nasional kelihatannya juga sama meninggal ratusan sekarang tinggal," tuturnya.

Sementara, disinggung dua yang meninggal beberapa hari usai pencoblosan langsung ini, Kasil mengaku karena memiliki komorbid atau penyakit bawaan. Serta tidak menampik bahwa semua penyelengara mengalami kecapekan yang luar biasa dalam bertugas selama 24 jam lebih.

Baca Juga: 200 ODGJ asal Tulungagung Dikirim Berobat ke RSJ Lawang

"Iya dua yang meninggal satu saksi satu lagi Linmas, meninggal karena stroke sama jantung," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.