Selasa, 16 Jun 2026 14:26 WIB

Kronologis Ibu di Tulungagung Cekoki Racun Anaknya

Polres Tulungagung saat menunjukkan barang bukti YM, ibu yang cekoki racun anaknya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Polres Tulungagung saat menunjukkan barang bukti YM, ibu yang cekoki racun anaknya. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sering cekcok dengan suami membuat YM (31) warga Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung gelap mata.

YM pun berniat mengakhiri hidupnya dengan meminum racikan puyer yang dicampur dengan racun tikus. Konyolnya lagi YM juga berniat mengajak S (5), putri semata wayangnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP M Nuh mengatakan niat untuk bunuh diri ini sudah ada sejak lama. YM kecewa karena kerap dikata-katai oleh suaminya dan sering cekcok perkara sepele. Sejak 6 tahun terakhir pasangan suami istri ini sering bertengkar.

"Mereka sudah menikah selama 9 tahun dan 6 tahun terakhir kerap bertengkar masalah sepele," ujarnya, Jumat (23/2/2024).

Kronologis

Puncaknya terjadi pada hari Rabu (31/01/2024). Sepulang dari jualan nasi goreng, YM membuat racikan puyer yang dicampur dengan racun tikus.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Puyer tersebut selama ini disimpan sebagai persediaan jika pusing kepala. Sedangkan racun tikus sebelumnya digunakan untuk membunuh tikus di rumah.

"Obat-obatan itu sudah ada di rumah tersangka awalnya meracik 5 bungkus puyer namun dirasa kurang akhirnya mencampur dengan racun tikus yang ada di rumah," tuturnya.

Usai meminum racikan tersebut, korban sempat mengeluhkan sakit perut. Namun tersangka berusaha menenangkan korban dan mengajaknya tertidur. Selang beberapa waktu tersangka merasa mual dan muntah-muntah sehingga dibawa suaminya ke rumah sakit. Sedangkan korban ditinggal sendiri di kamar karena dikira masih tidur.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Suami korban memanggil ibunya untuk menemani korban yang dikira tidur, tapi ternyata korban sudah meninggal," pungkasnya.

Sebelumnya korban ditemukan tewas di dalam kamar pada Kamis (1/2/2024) sekitar pukul 03.00 WIB. Korban diketahui meninggal dunia pertama kali oleh neneknya. Dari hasil autopsi ditemukan adanya cairan racun di lambung korban.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.