Selasa, 16 Jun 2026 21:44 WIB

Sikap Gusdurian Tulungagung tentang Kondisi Pemilu 2024

Gusdurian di Tulungagung saat membacakan pernyataan sikap. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Gusdurian di Tulungagung saat membacakan pernyataan sikap. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jaringan kelompok Gusdurian di Tulungagung menggelar diskusi demokrasi. Mereka juga membacakan pernyataan sikap terkait kondisi demokrasi dan politik yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilu.

Beberapa kejadian dinilai mengancam demokrasi dan martabat Pemilu. Diskusi ini diikuti puluhan mahasiswa dan aktivis lintas agama.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Koordinator Gusdurian Tulungagung, Rizka Umami mengatakan Pemilu adalah prosedur penggantian kepemimpinan secara demokratis. Dalam Pemilu suara rakyat menjadi instrumen legitimasi sekaligus untuk memastikan proses peralihan kekuasaan berlangsung damai, terbuka, adil dan bermartabat.

"Karena itu keseluruhan proses pemilu harus transparan, akuntabel dan tak partisan sehingga hasilmya mendapat kepercayaan penuh dari publik," ujarnya, Jumat (9/2/2024) malam.

Selama masa kampanye berlangsung, Gardu Pemilu jaringan Gusdurian mencatat adanya 105 dugaan pelanggaran pemilu. Dari jumlah tersebut sebanyak 58 diantaranya terkait dengan penyalahgunaan wewenang penyelenggaran negara. Kondisi ini dinilai sebagai ancaman terhadap integrasi dan martabat pemilu.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

"Jaringan Gusdurian bertekad mengoreksi hal ini dan mengawal proses elektoral agar sejalan dengan nilai perjuangan Gus Dur yang meletakkan kemanusiaan diatas kepentingan politik," tuturnya.

Di akhir kegiatan mereka membacakan pernyataan sikap menyikapi kondisi demokrasi dan politik yang sedang terjadi. Terdapat 7 poin dalam pernyataan sikap ini.

Diantaranya adalah menyayangkan terjadinya sejumlah pelanggaran yang terjadi selama masa kampanye, menuntut penyelenggara negara untuk menjaga integritas, kejujuran dan sikap netral. Selain itu mereka juga mengajak masayarakat menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dan meminta penyelenggara pemilu untuk profesional.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Kami juga mengajak para tokoh agama untuk menjadi teladan moral serta ikut mengawal Pemilu," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.